JURNALJAMBI.CO – Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil menyelesaikan proses identifikasi seluruh 10 korban yang tewas dalam kecelakaan pesawat ATR-42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan setelah kehilangan kontak pada 17 Januari lalu. Operasi panjang ini mengakhiri pencarian yang berlangsung tujuh hari penuh tantangan di medan yang curam dan cuaca ekstrem.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim DVI Polda Sulawesi Selatan bersama DVI Polri dan tenaga medis ahli, semua korban telah dikenali dan identitasnya diserahkan kepada keluarga masing-masing melalui proses yang melibatkan sidik jari, catatan medis, dan barang pribadi.
Para korban terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang, yang seluruhnya dinyatakan meninggal dunia dalam kecelakaan tragis ini. Berikut daftar korban hasil identifikasi:Yoga Nauval Prakoso – pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan Ferry Irawan (41) – pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan Deden Maulana – pejabat pengelolaan aset, KKP,Muhammad Farhan Gunawan (26) – kopilotHariadi (57) – kru pesawat Dwi Murdiono (40) – kru pesawat Restu Adi Pribadi (40) – kru pesawat Andi Dahananto (58) – pilot Esther Aprilita Binarsit Sianipar (26) – pramugari,Florencia Lolita Wibisono (33) – pramugari Kecelakaan ini menjadi salah satu tragedi penerbangan yang mengguncang Indonesia pada awal 2026. Pesawat ATR-42-500, yang dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT) untuk misi pengawasan laut atas permintaan Kementerian Kelautan dan Perikanan, diduga mengalami Controlled Flight Into Terrain (CFIT) saat mendekati wilayah pendaratan di Makassar.
Operasi SAR melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, dan relawan lokal yang harus menghadapi medan gunung yang terjal, kabut tebal, dan kondisi cuaca yang tidak bersahabat. Upaya ini berakhir ketika paket korban terakhir ditemukan dan diangkat dari jurang tajam di lereng Bulusaraung pada Jumat pagi.
Masyarakat dan keluarga duka kini berkabung setelah proses penyelesaian yang penuh haru ini. Investigasi terhadap penyebab kecelakaan masih berjalan, sementara otoritas penerbangan nasional terus menelusuri data dari black box dan bukti lain di lapangan.












