JURNALJAMBI.CO – Anggota DPR RI Komisi XII Drs. H. Cek Endra, mendorong percepatan hilirisasi kopi dan kayu manis (cassiavera) di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Dorongan ini merupakan bagian dari komitmen Komisi XII DPR RI bersama Kementerian Investasi, yang secara aktif membuka peluang penanaman modal untuk mendirikan pabrik atau industri pengolahan kayu manis langsung di daerah Kerinci.
Menurut Cek Endra, langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan petani serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan Cek Endra saat melaksanakan kegiatan reses di Kabupaten Kerinci, Rabu 14 Oktober 2026. Ia mengungkapkan, potensi perkebunan daerah harus dikelola secara optimal, tidak hanya dengan meningkatkan produksi, tetapi juga melalui pengembangan industri pengolahan.
“Kerinci memiliki potensi perkebunan yang luar biasa. Kita tidak boleh hanya menjual hasil bumi dalam bentuk bahan mentah, tetapi harus mampu mengolahnya menjadi produk bernilai tambah. Dengan begitu, manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih besar oleh petani dan masyarakat,” terang Cek Endra.
Menurut Cek Endra, kopi dan kayu manis memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan ekonomi Kerinci. Namun, pengembangannya membutuhkan strategi hilirisasi yang terarah, mulai dari peningkatan kualitas hasil panen, pengolahan, pengemasan, penguatan merek lokal, hingga perluasan akses pasar.
Ia menilai hilirisasi bukan sekadar membangun industri pengolahan, melainkan menciptakan ekosistem ekonomi yang menghubungkan petani dengan pelaku usaha, industri, lembaga pembiayaan, dan pasar.
Melalui pengembangan industri pengolahan kopi, Kerinci berpeluang memperkuat produk lokal melalui proses penyangraian, pengemasan, serta pemasaran dengan identitas daerah. Sementara itu, kayu manis dapat dikembangkan menjadi berbagai produk rempah olahan yang memenuhi standar mutu dan kebutuhan pasar.
“Jangan sampai kita memiliki komoditas unggulan, tetapi nilai tambah terbesarnya justru dinikmati pihak lain. Kita harus mendorong agar kopi dan kayu manis Kerinci tidak hanya dikenal sebagai bahan baku, tetapi juga mampu bersaing sebagai produk olahan yang memiliki kualitas, identitas, dan nilai jual tinggi,” ujarnya.
Cek Endra juga menilai hilirisasi dapat membuka peluang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan ekonomi produktif.
Ia mendorong pengembangan usaha berbasis komoditas lokal melalui inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, pemasaran daring, serta kemitraan antara kelompok tani, koperasi, dan pelaku industri.
Menurutnya, dukungan pemerintah dan pemangku kepentingan diperlukan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia, memperluas akses permodalan, memberikan pendampingan usaha, meningkatkan standardisasi produk, serta membuka jaringan pemasaran yang lebih luas.
“Saya ingin generasi muda Kerinci melihat sektor perkebunan sebagai peluang masa depan. Mereka harus berani berinovasi, membangun usaha, menciptakan produk unggulan, dan membuka lapangan kerja. Dengan begitu, potensi daerah tidak hanya menghasilkan komoditas, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai wakil rakyat Jambi di Senayan, Cek Endra menegaskan bahwa reses menjadi momentum penting untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengidentifikasi potensi dan persoalan pembangunan yang membutuhkan dukungan kebijakan.
Ia berharap pengembangan kopi dan kayu manis Kerinci dapat diperkuat melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, kelompok tani, koperasi, dan lembaga pendidikan. 
Menurutnya, keberhasilan pembangunan ekonomi tidak cukup diukur dari besarnya produksi, tetapi juga dari peningkatan pendapatan petani, pertumbuhan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan daya saing produk lokal.
“Pembangunan harus menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat. Petani harus semakin sejahtera, UMKM harus tumbuh, dan anak-anak muda harus memiliki kesempatan untuk berkembang. Kita ingin potensi yang dimiliki Kerinci benar-benar menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang,” tegasnya.
Ia berharap hilirisasi kopi dan kayu manis menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, sehingga Kerinci tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil komoditas perkebunan, tetapi juga mampu menghasilkan produk olahan berkualitas dan berdaya saing.
Dengan demikian, kekayaan perkebunan Kerinci diharapkan tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi berkembang menjadi sumber nilai tambah, kesempatan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.












