Daerah  

Mengintip Harta Jajaran Direksi Bank Jambi, Dirut Tembus Rp10,17 Miliar

JURNALJAMBI.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mempublikasikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun pelaporan 2025 milik jajaran direksi PT Bank Pembangunan Daerah (Bank) Jambi. Seluruh laporan yang disampaikan pada 26–29 Januari 2026 tersebut telah berstatus verifikasi administratif lengkap.

Dari lima direksi yang melaporkan harta kekayaannya, Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, menjadi pejabat dengan nilai kekayaan tertinggi. Total harta yang dilaporkannya mencapai Rp10.174.005.587 atau sekitar Rp10,17 miliar.

H. Khairul Suhairi, S.E., M.M., CRM
Direktur Utama

Berdasarkan dokumen LHKPN, Khairul Suhairi memiliki aset berupa tanah dan bangunan senilai Rp2.843.716.838. Aset tersebut terdiri dari rumah dan tanah di Kota Jambi seluas 200 meter persegi dengan bangunan 70 meter persegi senilai Rp828,42 juta, rumah dan tanah di Kabupaten Sarolangun seluas 677 meter persegi dengan bangunan 91 meter persegi senilai Rp843,77 juta, serta tanah seluas 150.000 meter persegi di Kabupaten Sarolangun senilai Rp1,17 miliar.

Selain aset properti, Khairul Suhairi juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp408.500.000. Kendaraan yang dimiliki terdiri dari sepeda motor Honda tahun 2006, Yamaha Mio Soul tahun 2007, mobil Honda Jazz tahun 2013, Toyota Innova Reborn tahun 2018, serta sepeda motor Kawasaki ZX250K keluaran 2024. Ia juga melaporkan harta bergerak lainnya sebesar Rp31,6 juta dan kas serta setara kas sebesar Rp7.390.188.749. Setelah dikurangi utang sebesar Rp500 juta, total kekayaannya mencapai Rp10.174.005.587.

Direktur Kredit dan Syariah Yufnizarman menempati posisi kedua dengan total kekayaan sebesar Rp2.499.136.053. Nilai tersebut berasal dari aset tanah dan bangunan sebesar Rp982 juta yang tersebar di Kota Jambi, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, dan Kerinci.

Yufnizarman, S.E., M.M., CRM
Direktur Kredit dan Syariah

Yufnizarman juga memiliki kendaraan senilai Rp291,5 juta, terdiri dari Yamaha Mio Soul tahun 2009, Honda HR-V tahun 2015, sepeda motor Yamaha tahun 2021, dan Kawasaki ZX250G tahun 2022. Selain itu, ia melaporkan harta bergerak lainnya senilai Rp16,2 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp1.452.071.465. Setelah dikurangi utang sebesar Rp242.635.412, total kekayaannya tercatat Rp2.499.136.053.

Posisi ketiga ditempati Direktur Treasury, Dana, IT dan Digital, Achmad Nunung Haji Sabki, dengan total harta sebesar Rp2.413.013.220. Dalam laporan LHKPN, ia memiliki tanah dan bangunan di Kota Jambi senilai Rp780 juta.

H. Achmad Nunung HS, S.Kom., M.M., CRM
Direktur Treasury Dana, IT, dan Digital

Untuk kendaraan, Achmad Nunung melaporkan aset senilai Rp234,5 juta yang terdiri dari sepeda motor Honda tahun 2019, mobil Toyota Innova tahun 2019, dan sepeda motor Yamaha XMAX tahun 2025. Ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp281,24 juta serta kas dan setara kas sebesar Rp1.687.467.664. Setelah dikurangi utang sebesar Rp570.194.444, total kekayaannya menjadi Rp2.413.013.220.

Sementara itu, Direktur Kepatuhan Hendri melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp2.240.308.972. Aset terbesarnya berupa tanah dan bangunan senilai Rp1,95 miliar yang seluruhnya berada di Kota Jambi. Rinciannya meliputi satu rumah beserta tanah seluas 330 meter persegi dengan bangunan 172 meter persegi senilai Rp1 miliar, serta tiga bidang tanah lainnya senilai Rp600 juta, Rp200 juta, dan Rp150 juta.

Hendri, S.E
Direktur Kepatuhan

Di sektor kendaraan, Hendri memiliki dua unit mobil, yakni Honda Freed tahun 2013 dan Toyota Innova Reborn 2.4 G tahun 2018, serta dua sepeda motor Honda Scoopy dan Honda skuter matik. Total nilai kendaraan yang dilaporkan mencapai Rp470 juta. Selain itu, Hendri memiliki kas dan setara kas sebesar Rp359.668.460. Setelah dikurangi utang sebesar Rp539.359.488, total kekayaannya mencapai Rp2.240.308.972.

Direktur Operasional Zulfikar menjadi direksi dengan nilai kekayaan paling rendah di jajaran Direksi Bank Jambi. Berdasarkan LHKPN, total harta yang dimilikinya mencapai Rp1.599.825.325.

Zulfikar, S.E., M.M., CRM
Direktur Operasional

Aset Zulfikar didominasi tanah dan bangunan senilai Rp1.324.000.000, yang terdiri dari rumah dan tanah di Kabupaten Merangin senilai Rp872 juta serta rumah dan tanah di Kota Jambi senilai Rp452 juta. Ia juga memiliki dua sepeda motor Honda keluaran 2019 dan 2021 dengan total nilai Rp17 juta, harta bergerak lainnya sebesar Rp23,94 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp536.820.291. Setelah dikurangi utang sebesar Rp301.934.966, total kekayaannya tercatat Rp1.599.825.325.

Jika dibandingkan, terdapat selisih kekayaan yang cukup mencolok di antara jajaran direksi Bank Jambi. Total kekayaan Khairul Suhairi yang mencapai lebih dari Rp10,17 miliar hampir empat kali lipat lebih besar dibandingkan kekayaan Yufnizarman yang berada di posisi kedua. Sementara tiga direktur lainnya memiliki total harta yang relatif berdekatan, yakni berada pada kisaran Rp1,59 miliar hingga Rp2,41 miliar.

LHKPN merupakan instrumen transparansi yang wajib disampaikan oleh penyelenggara negara, termasuk direksi badan usaha milik daerah. Publikasi laporan tersebut bertujuan meningkatkan akuntabilitas sekaligus memberikan akses kepada masyarakat untuk mengetahui harta kekayaan pejabat yang menduduki jabatan strategis di lingkungan Bank Jambi