Empati yang Mulai Pudar di Tengah Kesibukan Masyarakat Modern

Fakta tersebut mengingatkan kita bahwa di sekitar kita masih banyak orang yang membutuhkan perhatian dan bantuan

JURNALJAMBI.CO — Di tengah perkembangan teknologi dan kehidupan yang semakin cepat, nilai-nilai kemanusiaan sering kali menghadapi tantangan yang tidak kecil. Banyak orang sibuk dengan urusan pribadi, pekerjaan, dan media sosial sehingga perhatian terhadap kondisi sesama mulai berkurang. Padahal, rasa empati dan kepedulian merupakan fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada tahun 2025 jumlah penduduk miskin di Indonesia masih berada di kisaran 23,85 juta jiwa. Angka tersebut menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Di sisi lain, data UNICEF Indonesia juga menunjukkan bahwa sebagian anak Indonesia masih menghadapi tantangan dalam memperoleh pendidikan dan gizi yang layak.

Fakta tersebut mengingatkan kita bahwa di sekitar kita masih banyak orang yang membutuhkan perhatian dan bantuan. Tidak semua bentuk bantuan harus berupa uang. Terkadang, mendengarkan keluh kesah seseorang, membantu tetangga yang sedang kesulitan, atau ikut dalam kegiatan sosial dapat memberikan dampak yang besar bagi kehidupan orang lain.

Salah satu contoh nyata nilai kemanusiaan dapat dilihat ketika terjadi bencana alam. Masyarakat dari berbagai daerah sering bergotong royong mengumpulkan bantuan untuk korban terdampak. Semangat solidaritas tersebut menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan sebenarnya masih kuat dalam budaya Indonesia. Namun, semangat itu seharusnya tidak hanya muncul saat terjadi bencana, melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut saya, salah satu penyebab berkurangnya kepedulian sosial adalah penggunaan teknologi yang berlebihan. Media sosial memang memudahkan komunikasi, tetapi sering kali membuat interaksi langsung antarmanusia menjadi berkurang. Banyak orang lebih fokus pada layar ponsel daripada memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Akibatnya, rasa empati terhadap sesama dapat menurun.

Indonesia memiliki budaya gotong royong yang telah diwariskan secara turun-temurun. Nilai tersebut menjadi modal sosial yang sangat berharga dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Oleh karena itu, budaya saling membantu perlu terus dijaga dan ditanamkan kepada generasi muda melalui pendidikan, keluarga, dan lingkungan sosial.

Selain itu, lembaga sosial dan organisasi kemanusiaan juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kepedulian masyarakat. Berbagai program bantuan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi telah membantu banyak kelompok rentan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Namun, keberhasilan program-program tersebut tentu membutuhkan dukungan dari masyarakat luas.

Pada akhirnya, kemanusiaan bukan hanya tentang memberikan bantuan ketika terjadi musibah, tetapi juga tentang menghargai martabat setiap manusia. Empati, kepedulian, dan sikap saling membantu harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan menumbuhkan nilai-nilai tersebut, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih peduli, adil, dan harmonis.

Penulis:Sultan Hasanuddin