Mendengar, Berbagi, dan Merangkul: Makna Sebuah Kunjungan Kemanusiaan

Kegiatan AKSI bersama 171 ODGJ di PSBAWEP Harapan Mulya menjadi momen berbagi kepedulian, mendengarkan cerita, serta menghadirkan kehangatan bagi mereka yang membutuhkan. Foto (Osdhan Maulana)

JURNALJAMBI.CO.— Suara tawa dan sapaan hangat terdengar di halaman PSBAWEP Harapan Mulya. Di tengah rindangnya pepohonan, puluhan relawan berkumpul bersama para penghuni panti. Hari itu bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan sebuah pertemuan yang menghadirkan kebersamaan, perhatian, dan rasa kemanusiaan.

Melalui kegiatan AKSI (Aktivitas Sehat dan Bersih-Bersih), Volunteer Merangkul Jiwa Jambi bersama Tim Bantuan Medis Aesculapius Siginjai (TBM ASET) Universitas Jambi hadir untuk berbagi kepedulian dengan 171 pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berada di PSBAWEP Harapan Mulya.

Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti oleh para pasien dan relawan. Gerakan-gerakan sederhana yang dipandu secara bersama-sama membuat suasana pagi menjadi lebih semangat dan penuh keceriaan. Tawa serta antusiasme para peserta terlihat selama senam berlangsung. Selain bermanfaat untuk menjaga kebugaran fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun interaksi dan kedekatan antara relawan dengan para pasien.

Sejak pagi, para relawan langsung berbaur dengan para pasien. Ada yang membantu memotong rambut, merapikan kuku, hingga mendampingi mereka dalam berbagai aktivitas kebersihan diri. Bagi sebagian orang, kegiatan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi para pasien, sentuhan perhatian itu memiliki arti yang jauh lebih besar.

Satu per satu pasien duduk dengan tenang saat rambut mereka dirapikan. Senyum mulai terlihat ketika para relawan mengajak berbincang ringan selama proses berlangsung. Tidak sedikit yang kemudian bercerita tentang kehidupan mereka, pengalaman masa lalu, hingga harapan-harapan yang masih tersimpan dalam hati.

Di sudut lain, beberapa relawan tampak mendengarkan cerita para pasien dengan penuh perhatian. Tidak ada penilaian, tidak ada perbedaan. Yang ada hanyalah ruang untuk didengar dan dihargai sebagai sesama manusia.

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kisah yang layak untuk didengarkan. Gangguan yang mereka alami tidak menghapus hak mereka untuk mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan perlakuan yang manusiawi.

Kolaborasi antara Volunteer Merangkul Jiwa Jambi dan TBM ASET UNJA tidak hanya menghadirkan kegiatan kesehatan dan kebersihan, tetapi juga menumbuhkan rasa kebersamaan. Kehadiran para relawan membawa energi positif yang membuat suasana panti terasa lebih hidup dan hangat.

Di balik kegiatan sederhana seperti memotong rambut dan memotong kuku, tersimpan pesan besar tentang kepedulian sosial. Begitu pula melalui senam bersama yang menjadi momen kebersamaan antara relawan dan pasien. Aktivitas sederhana tersebut menunjukkan bahwa membantu sesama tidak selalu harus melalui tindakan besar. Terkadang, perhatian kecil yang diberikan dengan tulus mampu menghadirkan kebahagiaan dan rasa dihargai bagi seseorang.

Ketika kegiatan berakhir dan foto bersama diabadikan, para relawan membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman. Mereka membawa pelajaran tentang empati, kesabaran, dan arti kemanusiaan yang sesungguhnya.

Hari itu, Volunteer Merangkul Jiwa Jambi belajar bahwa kepedulian sederhana dapat memberikan dampak yang luar biasa. Sebab pada akhirnya, setiap manusia pantas diperlakukan dengan hangat, dihormati dengan penuh kasih, dan dirangkul tanpa memandang kondisi yang dimilikinya.

Penulis: Osdhan Maulana