JURNALJAMBI.CO – Pelayanan di RSUD Ahmad Ripin, Kabupaten Muaro Jambi, kembali menuai sorotan. Kali ini, keluhan datang dari keluarga pasien korban kecelakaan lalu lintas yang mengaku tidak mendapatkan penanganan medis sebagaimana mestinya, hingga akhirnya memilih membawa pasien berobat ke praktik bidan.
Peristiwa tersebut memicu kekecewaan keluarga pasien yang berharap rumah sakit milik pemerintah daerah itu dapat memberikan pelayanan cepat, terutama bagi korban kecelakaan yang membutuhkan penanganan darurat. Namun, karena pelayanan yang dinilai tidak maksimal, pasien akhirnya dibawa keluar dari rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Kondisi ini kembali memunculkan pertanyaan publik mengenai kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Ahmad Ripin. Sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Muaro Jambi, masyarakat berharap seluruh pasien, khususnya dalam kondisi darurat, dapat memperoleh layanan yang cepat, profesional, dan sesuai standar.
Keluhan terhadap pelayanan RSUD Ahmad Ripin sendiri bukan kali pertama mencuat. Dalam beberapa tahun terakhir, rumah sakit tersebut beberapa kali menjadi sorotan masyarakat terkait pelayanan kesehatan, mulai dari keterbatasan tenaga medis hingga lambannya penanganan pasien.
Masyarakat berharap pihak manajemen RSUD Ahmad Ripin segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Pelayanan kesehatan yang prima dinilai menjadi kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi, terutama bagi pasien dalam kondisi darurat.
Hingga berita ini menjadi perhatian publik, masyarakat masih menantikan penjelasan resmi dari pihak RSUD Ahmad Ripin terkait kronologi kejadian serta langkah evaluasi yang akan dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat












