JURNALJAMBI.CO – Indonesia tidak hanya dikenal sebagai negara dengan jumlah umat Islam terbesar di dunia. Negeri ini juga tercatat memiliki jumlah masjid terbanyak secara global. Data terbaru menyebutkan, jumlah masjid di seluruh Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 800 ribu unit.
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia, Jusuf Kalla, mengatakan keberadaan masjid tidak semata-mata sebagai tempat menjalankan ibadah ritual. Masjid, kata dia, memiliki peran yang jauh lebih luas dalam kehidupan umat.
“Masjid tentu yang pertama adalah tempat beribadah. Kita shalat lima waktu, tarawih, dan berbagai ibadah lainnya. Tetapi fungsi masjid tidak hanya itu, masjid juga menjadi tempat persatuan umat,” ujar Jusuf Kalla dalam ceramah tarawih di Masjid Agung Sunda Kelapa.
Data dari World Population Review pada 2025 menunjukkan jumlah umat Islam di Indonesia mencapai lebih dari 242 juta jiwa. Angka ini menempatkan Indonesia di posisi pertama sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia.
Setelah Indonesia, posisi kedua ditempati Pakistan dengan sekitar 240 juta Muslim. Sementara India berada di peringkat ketiga dengan sekitar 200 juta umat Islam.
Secara global, jumlah umat Islam diperkirakan telah menembus lebih dari 2 miliar orang, atau sekitar seperempat dari total populasi dunia yang mencapai sekitar 8 miliar jiwa.
Menurut Jusuf Kalla, salah satu keunikan masjid adalah kemampuannya menyatukan umat Islam dari berbagai latar belakang organisasi maupun kelompok masyarakat.
Di dalam masjid, perbedaan identitas organisasi seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah tidak lagi menjadi sekat. Umat Islam bisa beribadah bersama dalam satu saf yang sama.
Fenomena ini menjadikan masjid bukan hanya sebagai simbol religius, tetapi juga ruang sosial yang memperkuat solidaritas umat.
Lebih jauh, Jusuf Kalla menilai masjid semestinya berkembang menjadi pusat peradaban umat Islam. Peradaban, menurutnya, lahir dari kombinasi antara keimanan, ilmu pengetahuan, dan perilaku yang baik.
Karena itu, masjid diharapkan tidak hanya ramai oleh kegiatan ibadah, tetapi juga menjadi tempat belajar, berdiskusi, dan mengembangkan kemampuan masyarakat.
Di tengah kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan global, umat Islam dinilai perlu meningkatkan kapasitas intelektual agar tidak tertinggal dalam persaingan dunia.
“Masjid harus mendorong jamaah kepada kemajuan, persatuan, ilmu pengetahuan, kerja keras, dan akhlak yang baik,” kata Jusuf Kalla.













