JURNALJAMBI.CO — Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas. Sejumlah pesawat militer Israel dilaporkan terbang sangat rendah di atas langit Beirut, Lebanon, dan menjatuhkan selebaran propaganda kepada warga sipil di sejumlah wilayah ibu kota tersebut.
Aksi tersebut memicu kepanikan di tengah masyarakat. Suara dentuman keras terdengar beberapa kali di udara sebelum ribuan lembar kertas selebaran berjatuhan dari langit dan tersebar di berbagai kawasan Beirut.
Menurut laporan media setempat, pesawat-pesawat Israel terbang rendah di beberapa area di Beirut bagian barat, termasuk kawasan Verdun, Hamra, dan Ain al-Mreisseh. Selebaran yang dijatuhkan berisi pesan yang ditujukan kepada warga Lebanon terkait situasi konflik yang sedang berlangsung.
Dalam selebaran tersebut, Israel menyerukan agar warga Lebanon menekan dan melucuti kelompok Hizbullah yang selama ini menjadi sekutu Iran di wilayah tersebut. Pesan itu juga menyatakan bahwa masa depan Lebanon harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri, bukan oleh pihak luar.
Tak hanya itu, beberapa selebaran juga dilengkapi kode QR yang diklaim terhubung dengan unit intelijen militer Israel, yang disebut ingin “mengamankan masa depan Lebanon dan rakyatnya”.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari operasi psikologis dalam konflik yang terus meningkat antara Israel dan Hizbullah. Sebelumnya, kedua pihak saling melancarkan serangan roket dan udara yang membuat situasi keamanan di kawasan perbatasan semakin memburuk.
Seiring meningkatnya eskalasi, warga sipil di Lebanon kini kembali berada dalam bayang-bayang konflik yang semakin meluas di kawasan Timur Tengah. Banyak pihak khawatir aksi militer dan propaganda semacam ini dapat memicu ketegangan baru serta memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut.













