JURNALJAMBI.CO – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan tiga syarat utama untuk mengakhiri konflik yang memanas antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tetap berkomitmen menjaga perdamaian kawasan, namun penghentian perang hanya dapat dilakukan jika tuntutan Iran dipenuhi oleh pihak lawan.
Dalam pernyataannya, Pezeshkian mengaku telah berkomunikasi dengan para pemimpin dunia, termasuk dari Rusia dan Pakistan, untuk membahas upaya meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
“Kami menegaskan kembali komitmen Iran terhadap perdamaian di kawasan ini,” ujar Pezeshkian melalui pernyataan resminya.
Pezeshkian menyebut ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi agar konflik dapat dihentikan.
- Pertama, pengakuan terhadap hak-hak sah Iran oleh pihak internasional.
- Kedua, pembayaran ganti rugi atas kerusakan akibat serangan yang dilakukan AS dan Israel.
- Ketiga, adanya jaminan internasional yang kuat untuk mencegah terjadinya agresi serupa di masa depan.
Menurut Pezeshkian, konflik yang terjadi saat ini dipicu oleh serangan yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap sejumlah target di wilayah Iran.
“Satu-satunya cara untuk mengakhiri perang ini adalah dengan mengakui hak-hak Iran, membayar ganti rugi, dan memberikan jaminan internasional agar agresi tidak terulang,” tegasnya.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam setelah serangan gabungan yang dilancarkan AS dan Israel ke sejumlah fasilitas strategis di Iran pada akhir Februari 2026.
Serangan tersebut menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang kemudian memicu respons keras dari Teheran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal ke sejumlah wilayah Israel serta menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia.













