JURNALJAMBI.CO — melontarkan pernyataan keras terkait konflik yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah. Trump menegaskan bahwa tidak akan ada kesepakatan damai dengan Iran kecuali negara tersebut bersedia menyerah tanpa syarat.
Pernyataan itu disampaikan Trump melalui media sosialnya, menegaskan sikap Washington yang kini semakin keras terhadap Teheran. Ia menilai jalan diplomasi tidak akan ditempuh jika Iran masih mempertahankan kekuatan militernya dan menolak tuntutan Amerika Serikat.
Sikap tersebut muncul di tengah kabar bahwa beberapa negara mulai berupaya membuka jalur mediasi untuk menghentikan konflik. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, sebelumnya mengungkapkan bahwa sejumlah pihak internasional mencoba mendorong dialog guna meredakan ketegangan. Namun pernyataan Trump justru dinilai memperkecil peluang diplomasi dalam waktu dekat.
Trump bahkan menegaskan bahwa konflik baru akan berakhir jika Iran sudah tidak lagi mampu melanjutkan perlawanan. Ia juga menyiratkan bahwa perubahan kepemimpinan di Iran dapat menjadi bagian dari skenario pascakonflik.
Pernyataan keras dari Gedung Putih ini memicu kekhawatiran banyak pihak bahwa konflik dapat berlangsung lebih lama dan berpotensi mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah. Sementara itu, pemerintah Iran menolak tuntutan tersebut dan menegaskan akan tetap mempertahankan kedaulatan negaranya.
Di tengah meningkatnya ketegangan, para pengamat menilai peluang diplomasi kini semakin sempit, terutama jika kedua pihak tetap bertahan pada posisi masing-masin












