Operasi Antre Sebulan, Komisi IX DPR Sentil RSUD Raden Mattaher

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, dan Wakil Gubernur Jambi, Abdullau Sani.

JURNALJAMBI.CO – Komisi IX DPR RI menyoroti tajam kualitas pelayanan di RSUD Raden Mattaher Jambi. Mereka menemukan antrean operasi pasien bahkan mencapai satu bulan.

​Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, meninjau langsung kesiapan rumah sakit rujukan utama itu. Ia mengevaluasi penerapan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan layanan penyakit berat lainnya.

​”Kunjungan ini untuk melihat pelayanan KJS seperti apa, kesiapan KRIS,” ujar Nihayatul pada Senin (23/2/2026).

​Nihayatul menyebut infrastruktur rumah sakit ini perlu banyak pembenahan. Bangunan lama sejak tahun 1972 itu dinilai sudah tidak relevan dengan regulasi terbaru. Arsitektur model lama tersebut harus segera menyesuaikan standar Kementerian Kesehatan.

​Masalah tenaga kesehatan juga menjadi perhatian serius para legislator. Pelayanan jantung saat ini masih kekurangan tenaga radiografi, dan tenaga medis spesialis lainnya.

​”Kita minta untuk segera diajukan, dan tadi katanya sudah diajukan,” tegas Nihayatul.

​Ia berjanji akan mengawal bantuan beasiswa untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di Jambi. Hal itu demi memangkas durasi antrean medis yang sangat lama.

​”Antrian operasi tadi cukup panjang sampai satu bulan,” ungkapnya prihatin.

​Komisi IX juga menemukan ironi pada pemanfaatan gedung. Di tengah terbatasnya 400 tempat tidur, masih banyak ruangan yang menganggur. Ruang VIP di sekitar ICU terlihat belum beroperasi secara optimal.

​”Ini yang perlu kita maksimalkan, supaya tidak banyak ruangan yang terbuang percuma,” tambahnya.

​Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, mengakui adanya sejumlah tantangan besar. Ia menyebut keterbatasan tenaga medis, dan akses wilayah masih menjadi hambatan utama.

​”Kami menghadapi tantangan keterbatasan tenaga kesehatan, pembiayaan layanan kesehatan dan akses di wilayah tertentu,” pungkas Sani.