JURNALJAMBI.CO— Nasib 12 warga asal Provinsi Jambi kini tengah menggantung jauh dari rumah. Mereka dilaporkan terkatung-katung di Kamboja setelah terjerat kasus yang hingga kini belum mendapatkan kepastian. Kondisi ini membuat keluarga di tanah air cemas, sementara instansi terkait di Jambi masih menunggu konfirmasi dari pihak yang berwenang untuk mengambil langkah berikutnya.
Peristiwa ini bermula ketika sejumlah warga Jambi pergi ke Kamboja dengan tujuan awal mencari peluang kerja. Namun, realitas pahit yang dialami jauh dari harapan: mereka kini terjebak dalam situasi yang belum jelas dan tak mampu pulang karena berbagai kendala komunikasi, dokumen, dan status hukum yang belum dipastikan.
Menurut informasi yang beredar, hingga kini pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Jambi belum menerima kepastian lengkap soal kondisi dan status para warga tersebut. Konfirmasi dari otoritas di Kamboja atau instansi pemerintah pusat disebut sebagai kunci untuk proses pemulangan atau penyelamatan mereka.
Kabar ini memicu kegelisahan di keluarga korban yang menunggu kabar baik dari luar negeri. Beberapa keluarga mengaku sulit menghubungi kerabatnya yang berada di Kamboja, membuat situasi semakin tidak pasti dan memicu spekulasi di tingkat masyarakat lokal.
Insiden ini juga menyoroti fenomena lebih luas terkait warga Indonesia yang terjebak di luar negeri karena tawaran kerja yang ternyata tidak seperti yang dijanjikan. Di tingkat nasional, pemerintah dan lembaga perlindungan pekerja migran Indonesia terus mengatasi kasus-kasus di Kamboja seperti ini, termasuk pemulangan warga yang terjerat sindikat penipuan online dan masalah keimigrasian.
Pihak keluarga berharap pemerintah segera memberikan kepastian dan solusi, agar 12 warga Jambi tersebut dapat kembali ke Indonesia dengan aman.













