Temuan Bakteri dalam MBG, Operasional SPPG Sengeti Dihentikan Sementara

Temuan Bakteri dalam MBG, Operasional SPPG Sengeti

JURNALJAMBI. CO —  23 Februari 2026 Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi resmi dihentikan sementara setelah hasil laboratorium menemukan adanya kontaminasi bakteri dalam Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan kepada siswa.

Temuan ini menjadi titik terang dalam kasus yang sebelumnya mengguncang dunia pendidikan dan kesehatan di daerah tersebut. Pemeriksaan laboratorium mengungkapkan dua jenis bakteri berbahaya—Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (E. coli)—yang terdeteksi pada berbagai bahan makanan.

Menurut Ketua Satgas MBG Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono, bakteri Staphylococcus aureus teridentifikasi pada beberapa bahan seperti tahu, toge, ayam suir, dan kol, sementara E. coli ditemukan pada bihun yang dikonsumsi oleh siswa kelas rendah.

Lebih jauh lagi, audit terhadap air sumur bor yang dipakai dalam pengolahan makanan juga menunjukkan tingkat total coliform melebihi batas aman, yang dianggap memperparah kondisi kontaminasi.

Temuan ini kami jadikan dasar penghentian operasional SPPG Sengeti hingga evaluasi tuntas oleh Badan Gizi Nasional (BGN),” ujar Budhi dalam rapat evaluasi bersama pihak terkait.

Meski demikian, keputusan akhir terkait perbaikan sistem, penggantian pengelola, atau kelanjutan program berada di tangan BGN di tingkat pusat. Satgas daerah sendiri hanya menyampaikan rekomendasi yang akan dipakai sebagai bahan pertimbangan.

Sebelumnya, puluhan hingga ratusan pelajar dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap MBG dari dapur SPPG Sengeti pada akhir Januari lalu—peristiwa yang memicu penghentian sementara program dan perhatian serius berbagai pihak.