JURNALJAMBI.CO – Kelangkaan minyak goreng merek Minyakita mulai dirasakan di sejumlah lapak dan toko kelontong di Muara Bulian, Kabupaten Batanghari. Dalam beberapa hari terakhir, stok minyak subsidi tersebut sulit ditemukan, membuat pedagang dan pembeli sama-sama kebingungan.
Sejumlah pedagang mengaku pasokan Minyakita dari agen sangat terbatas. Bahkan, mereka harus mengikuti aturan pembelian yang dinilai cukup memberatkan. Salah satu pedagang mengatakan, untuk mendapatkan Minyakita, mereka diwajibkan membeli produk lain dalam jumlah tertentu.
“Kalau mau ambil Minyakita, harus ambil barang lain juga. Jadi terasa berat karena modal bertambah,” keluh seorang pedagang di kawasan Muara Bulian.
Minyakita yang selama ini menjadi pilihan masyarakat karena harganya terjangkau, kini justru sulit didapat. Kondisi ini memicu kenaikan harga di tingkat pengecer. Beberapa pedagang terpaksa menjual di atas harga eceran tertinggi (HET) lantaran harga tebus dari agen sudah lebih mahal.
Di sisi lain, warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan. Mereka meminta ada pengawasan distribusi agar stok kembali normal dan tidak ada praktik yang merugikan pedagang kecil maupun konsumen.
Kelangkaan Minyakita ini bukan hanya berdampak pada pedagang, tetapi juga ibu rumah tangga yang menggantungkan kebutuhan dapur harian pada minyak subsidi tersebut. Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan harga bahan pokok lainnya ikut terdampak.












