HEBOH! Bank Jambi Resmi Laporkan Dugaan Peretasan Sistem ke Polda Jambi, Ratusan Nasabah Panik

HEBOH! Bank Jambi Resmi Laporkan Dugaan Peretasan Sistem ke Polda Jambi

JURNALJAMBI.CO— Kekhawatiran besar tengah melanda nasabah Bank Jambi setelah beredarnya isu dugaan peretasan layanan perbankan yang membuat akses digital bank tersebut terganggu dan saldo nasabah dilaporkan berkurang secara misterius. Kasus ini kini telah resmi dilaporkan ke Polda Jambi oleh pihak manajemen bank untuk ditindaklanjuti secara hukum.

Kepanikan publik bermula ketika layanan Mobile Banking, ATM, dan Customer Relationship Management (CRM) Bank Jambi mengalami gangguan signifikan pada akhir pekan lalu. Isu yang menyebar cepat di media sosial menyebutkan bahwa sejumlah nasabah kehilangan saldo hingga puluhan juta rupiah, memicu antrean panjang di beberapa kantor cabang seperti Sengeti dan Kuala Tungkal pada Senin (23/2/2026) pagi.

Sejumlah ASN dan warga setempat terlihat mendatangi kantor cabang Bank Jambi untuk memastikan keamanan dana mereka, setelah video viral yang memperlihatkan bank tetap buka di hari libur menyebar luas. Dalam video tersebut, narator menyebutkan nominal saldo yang “hilang” dari rekening nasabah, meskipun belum semua klaim ini dapat diverifikasi secara resmi.

Pihak Bank Jambi melalui manajemen telah membuka kanal layanan pengaduan resmi, baik langsung di kantor cabang maupun melalui call center 1500-665, untuk menerima laporan nasabah yang merasa dirugikan. Manajemen menjamin setiap laporan akan ditindaklanjuti secara menyeluruh oleh tim internal bank.

Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, juga turun langsung memberikan pernyataan tegas bahwa pihak bank siap bertanggung jawab penuh jika audit internal membuktikan adanya dana nasabah yang benar-benar hilang akibat gangguan ini. Pernyataan ini bertujuan meredam keresahan publik yang semakin meluas.

Sementara itu, pihak Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) telah ikut angkat bicara, menyatakan sedang melakukan verifikasi atas dugaan insiden siber ini untuk memastikan apakah gangguan tersebut benar karena peretasan atau hanya kegagalan teknis sistem. Mereka meminta masyarakat menunggu hasil temuan resmi berbasis fakta teknis.

Hingga kini, kepolisian melalui Polda Jambi telah menerima laporan dari Bank Jambi dan tengah melakukan serangkaian proses penyelidikan lebih lanjut. Publik masih menunggu hasil pemeriksaan resmi terkait penyebab pasti gangguan dan sejauh mana dampaknya terhadap keamanan dana nasabah.