JURNALJAMBI.CO – Presiden Prabowo Subianto sukses mengamankan kesepakatan dagang krusial saat menemui Presiden Donald Trump di Amerika Serikat (19/2).
Prabowo menjadi satu-satunya kepala negara yang menggelar pertemuan bilateral eksklusif dengan pemimpin baru Negeri Paman Sam tersebut. Pertemuan strategis itu langsung membuahkan hasil manis bagi masa depan ekonomi Indonesia.
Dalan pertemuan itu kedua pemimpin sepakat memangkas tarif dagang secara signifikan dari angka 32% menjadi 19%. Sekretaris Kabinet Teddy Indrawijaya menegaskan betapa istimewanya posisi Indonesia dalam diplomasi kali ini.
”Satu-satunya kepala negara yang melakukan bilateral dengan Presiden Trump itu salah satunya, dan satu-satunya, adalah Presiden Prabowo,” ujar Teddy.
Kesepakatan itu juga menghapus tarif hingga 0% bagi 1.819 produk unggulan asal Indonesia. Kebijakan pajak nol persen ini menyasar sektor pertanian, dan industri strategis nasional secara luas. Produk populer seperti kopi, kakao, dan minyak kelapa sawit kini bebas melenggang ke pasar Amerika. Selain itu, sektor teknologi tinggi seperti semikonduktor juga mendapatkan fasilitas pembebasan tarif yang sama.
Pemerintah bergerak cepat untuk menjaga keseimbangan neraca dagang melalui sektor energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengalokasikan dana 15 miliar dolar AS untuk pembelian migas dari Amerika. Langkah itu bertujuan menggeser volume impor yang sebelumnya berasal dari negara-negara di kawasan lain. Melalui kebijakan itu, pemerintah memastikan tidak ada kenaikan total volume impor migas secara nasional.
Presiden Prabowo, dan Presiden Trump menyelesaikan pembicaraan intensif tersebut dalam waktu kurang lebih 30 menit. Pemerintah kini fokus menyiapkan langkah eksekusi teknis demi memperkuat daya saing produk lokal di pasar global. Rakyat Indonesia menanti dampak nyata dari kerja sama besar ini dalam waktu dekat.













