Harga Cabai Naik! Gubernur Jakarta Lakukan Intervensi

Gubernut Jakarta, Pramono Anung, saat ungkap harga cabai.

JURNALJAMBI.CO – Harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional Jakarta mengalami lonjakan drastis dari menjelang bulan Ramadan 2026. Cabai rawit merah kini menyentuh angka Rp150.000 per kilogram, sementara cabai merah keriting naik menjadi Rp60.000 per kilogram.

​Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa fenomena itu terjadi akibat terganggunya rantai suplai dari daerah produsen. Curah hujan yang tinggi di wilayah Jawa, dan Sulawesi Selatan menyebabkan penurunan kuantitas hasil panen secara drastis. Hal inilah yang memicu fluktuasi harga di tingkat pedagang pasar di Ibu Kota Jakarta.

​”Sekarang ini memang terjadi kenaikan cabai keriting. Harga cabai keriting itu naik karena kenapa? Suplai yang dari Jawa maupun dari Sulawesi Selatan itu kuantitasnya mengalami penurunan karena hujan,” ujar Pramono Anung.

​Guna menekan harga, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan kembali harga komoditas tersebut. Pemerintah akan membeli stok cabai secara langsung dan menjualnya kembali kepada pengecer dengan margin keuntungan yang diatur. Langkah itu bertujuan agar harga di tingkat konsumen tetap terkendali dan tidak semakin melambung tinggi.

​“Kami akan membeli cabai, kemudian menjual kepada pengecer atau pedagang memberikan keuntungan Rp5.000 supaya harganya terkontrol. Karena saya yakin dengan cara seperti ini inflasi di Jakarta pasti akan bisa kita kontrol,” tegas Pramono.

​Pramono memprediksi harga cabai di Jakarta akan kembali normal dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan. Penurunan intensitas hujan di daerah pemasok diharapkan mampu memulihkan volume pengiriman barang ke pasar-pasar Jakarta. Pemerintah berkomitmen terus memantau detail kebutuhan pokok agar masyarakat tetap nyaman beribadah selama Ramadan.