JURNALJAMBI CO — Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi akhirnya mengungkap penyebab kejadian keracunan massal puluhan siswa yang menimpa peserta program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhir Januari lalu. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa dua jenis bakteri berbahaya terdapat dalam sampel menu yang disajikan, Kamis (19/2).
Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Muaro Jambi, Budhi Hartono, menyatakan dari hasil pemeriksaan, bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (E. coli) teridentifikasi sebagai pemicu utama keracunan yang dialami para siswa. Temuan ini menguatkan dugaan bahwa kontaminasi terjadi sejak proses pengolahan hingga penyajian makanan.
Menariknya, bakteri Staphylococcus aureus banyak ditemukan pada ayam suwir dan tahu, sementara E. coli terdeteksi pada bihun yang juga menjadi bagian dari menu. Kontaminasi itu diperkirakan terjadi akibat proses memasak dan penanganan makanan yang tidak higienis, termasuk SOP sanitasi yang tidak dijalankan secara konsisten serta jeda waktu panjang antara memasak dan distribusi makanan.
Budhi menambahkan, investigasi awal mengarah pada kelalaian penjamah makanan hingga pengabaian prinsip dasar keamanan pangan. Hal ini menjadi catatan penting bagi pengelola program agar menerapkan standar kebersihan dan prosedur lebih ketat ke depannya.
Kasus ini pun menjadi momentum evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan program MBG di Kabupaten Muaro Jambi, terutama terkait kualitas pengawasan dapur dan sanitasi. Dampak signifikan dari insiden ini telah memicu kecemasan di kalangan orang tua, sekaligus mendesak pihak berwenang untuk memperbaiki sistem layanan makan di sekolah.













