Daerah  

Rocky Candra Terpilih menajdi Ketua Karang Taruna Jambi, Siap Kawal Asta Cita

Rocky Candra resmi terpilih sebagai ketua Karang Taruna Provinsi Jambi periode 2026-2030. (Foto dokumentasi).

JURNALJAMBI​.CO – Anggota DPR RI, Rocky Candra, resmi memimpin Karang Taruna Provinsi Jambi periode 2026–2031. Ia terpilih secara aklamasi dalam Temu Karya Karang Taruna (TKKT) ke-VIII di Jambi, Sabtu (14/2).

​Rocky menjadi calon tunggal yang mendapat dukungan mayoritas delegasi 11 kabupaten/kota. Suasana sidang pleno berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan hingga penetapan ketua terpilih.

​Dalam pidato perdananya, Sekretaris Jenderal TIDAR ini menegaskan komitmen sinergi dengan pemerintah. Ia memastikan Karang Taruna Jambi akan mengawal program daerah maupun nasional.

​“Karang Taruna siap menyukseskan program-program pemerintah di seluruh kabupaten dan kota,” tegas Rocky Candra.

​Rocky menekankan pentingnya penyelarasan visi dengan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya mencakup penguatan sumber daya manusia dan kemandirian ekonomi masyarakat.

​“Kami juga mendukung program Mantap Pemerintah Provinsi Jambi, dan yang paling utama, seluruh gerak langkah organisasi akan sejalan dengan Asta Cita Presiden,” ujarnya.

​Politisi Gerindra ini juga memuji kepemimpinan Budi Djiwandono di tingkat nasional. Ia menilai kepemimpinan tersebut membuka peluang besar bagi kreativitas pemuda di daerah.

​“Kami optimis, di bawah kepemimpinan Pak Budi Djiwandono, akan lahir berbagai kebijakan dan program yang mendorong kemajuan serta kreativitas generasi muda,” tambah Rocky.

​Wakil Ketua Umum PNKT, Bakhtiar Sebayang, menyebut Rocky sebagai sosok yang tepat. Ia memuji proses kaderisasi Rocky yang memulai karier dari level bawah.

​“Rocky ini anak baik, yang berproses dari level bawah hingga bisa mencapai titik sekarang. Saya sangat yakin, dipilihnya Bung Rocky ini merupakan kemajuan untuk Jambi,” kata Bakhtiar.

​Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, meminta organisasi ini tidak sekadar menjadi simbol. Ia berharap Karang Taruna menjadi motor penggerak sosial hingga ke tingkat desa.

​“Karang Taruna tidak boleh hanya menjadi simbol struktural. Organisasi ini harus menjadi motor penggerak sosial yang benar-benar hadir di tengah masyarakat,” pungkas Abdullah Sani.