JURNALJAMBI.CO — Malam yang semula biasa berubah menjadi tragedi di Bandara Internasional Bangor, Maine, Amerika Serikat, ketika sebuah jet pribadi Bombardier Challenger 600 jatuh dan terbakar saat mencoba lepas landas pada Minggu (25/1) sekitar pukul 19.45 waktu setempat. Insiden tragis itu menewaskan tujuh penumpang dan melukai satu orang dalam kondisi serius, menurut Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA).
Pesawat tersebut, yang terdaftar atas nama sebuah perusahaan dari Houston, Texas, baru saja tiba dari Bandara Hobby Houston sebelum hendak melanjutkan penerbangan ke Bandar Udara Paris-Vatry di Prancis. Namun, tak lama setelah mendapat izin lepas landas dari pengendali lalu lintas udara, jet itu gagal terangkat dengan sempurna.
Saksi mata dan rekaman kontrol lalu lintas udara memperlihatkan momen dramatis ketika pesawat terguling saat lepas landas dan kemudian meledak menjadi bola api, sebelum akhirnya berhenti dalam posisi terbalik di landasan. Kepulan asap hitam membumbung tinggi, memaksa tim darurat bergerak cepat ke lokasi kejadian.
Peristiwa ini terjadi di tengah badai salju hebat yang melanda wilayah timur laut AS, dengan suhu jauh di bawah titik beku dan jarak pandang yang buruk. Kondisi cuaca ekstrem ini diduga menjadi salah satu faktor yang memperburuk kecelakaan, meskipun penyelidikan resmi masih berjalan.
Otoritas setempat telah menutup sementara operasi di bandara, sementara FAA dan National Transportation Safety Board (NTSB) mengerahkan tim untuk menyelidiki penyebab pasti tragedi ini. Hingga kini, identitas para korban belum dipublikasikan.
Kecelakaan jet pribadi ini menjadi pengingat tragis betapa cepatnya perjalanan takdir bisa berubah dalam hitungan detik, terutama di tengah kondisi cuaca yang kurang bersahabat.













