JURNALJAMBI.CO – Dunia seolah berhenti sejenak di bawah megahnya Jembatan Aur duri 1. Harapan tipis yang selama ini dijaga, akhirnya bermuara pada kenyataan yang menggetarkan jiwa.
Sebuah sandal yang tertinggal di tepi sungai menjadi saksi bisu, seolah menjadi “pesan terakhir” dari Salsabila sebelum ia menghilang ditelan arus deras Batanghari. Sandal itulah yang menuntun langkah Tim SAR menemukan raga yang kini tak lagi bernyawa.
Tak ada lagi sapa, tak ada lagi tawa. Kepulangannya kali ini membawa duka yang teramat dalam bagi keluarga yang menanti di rumah dengan doa yang tak putus-putus.
“Sandal itu jadi petunjuk, namun takdir berkata lain, Terima kasih kepada para pahlawan kemanusiaan (Basarnas dan Relawan) yang telah bekerja keras di bawah terik dan derasnya air demi membawa Salsabila kembali ke pelukan keluarganya, meski dalam kondisi yang berbeda.
Mari sejenak kita tundukkan kepala, kirimkan Al-Fatihah/doa terbaik untuk almarhumah. Semoga ia mendapat tempat terindah di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan dikuatkan hatinya. Amin.













