Guru SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Laporkan Dugaan Pengeroyokan Siswanya ke Polda Jambi

Guru SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Laporkan Dugaan Pengeroyokan

JURNALJAMBI.CO – Berbak, Jambi — Kasus kekerasan yang melibatkan seorang guru dan siswa di lingkungan pendidikan kembali mencuri perhatian publik. Agus Saputra, seorang guru mata pelajaran Bahasa Inggris di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), resmi melaporkan dugaan pengeroyokan yang dialaminya kepada Polda Jambi setelah mediasi antara pihak sekolah dan siswa gagal mencapai kesepakatan.

Kronologi peristiwa bermula pada Selasa (13/1/2026) saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sebuah video berdurasi puluhan detik yang kemudian viral di media sosial merekam keributan antara Agus dan sejumlah siswa. Konflik pertama kali dipicu oleh interaksi antara Agus dan seorang siswa yang dianggap tidak sopan dalam berbicara. Ketegangan ini lalu berkembang menjadi perkelahian fisik antara guru tersebut dan beberapa murid.

Usaha penyelesaian damai dilakukan melalui mediasi yang melibatkan kepolisian, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, dan pihak sekolah pada Kamis (15/1). Namun, upaya ini tidak membuahkan hasil karena kedua belah pihak masih memegang versi mereka masing-masing mengenai bagaimana peristiwa itu terjadi. Agus bahkan tidak hadir dalam sesi mediasi terakhir yang digelar aparat.

Setelah mediasi deadlock, Agus bersama kakaknya mendatangi Polda Jambi pada Kamis malam untuk membuat laporan resmi. Proses pemeriksaan terhadap Agus berlangsung selama sekitar empat sampai lima jam di unit pelayanan SPKT. Agus mengaku mengalami memar di beberapa bagian tubuh dan telah melakukan visum sebagai bagian dari laporan pidananya.

Polda Jambi saat ini tengah melakukan pemeriksaan dan pemanggilan saksi terkait laporan tersebut. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol. Jimmy Christian Samma, menyatakan bahwa polisi akan mendalami semua fakta di lapangan untuk mengetahui secara utuh bagaimana peristiwa itu terjadi.

Insiden ini juga memicu diskusi lebih luas tentang pentingnya menjaga etika dan kedisiplinan di lingkungan sekolah serta perlunya lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif bagi seluruh peserta didik maupun tenaga pendidik.