JURNALJAMBI.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi melalui Dinas Pendidikan akan mendalami perseteruan antara seorang oknum guru dan sejumlah siswa di SMK Negeri 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) yang viral di media sosial.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Muhammad Umar, mengatakan pihaknya segera menurunkan tim dari Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) bersama Bidang SMK untuk menangani langsung kasus tersebut.
“Kami akan mendalami kejadian ini dan secepatnya tim dari Disdik Provinsi Jambi akan turun ke SMKN 3 Tanjab Timur,” kata Muhammad Umar di Jambi, Rabu (14/1).
Umar menyayangkan insiden tersebut karena sekolah seharusnya menjadi tempat menimba ilmu dan membangun karakter, bukan justru menjadi lokasi perseteruan yang berujung kericuhan.
Ia mengimbau seluruh warga sekolah, baik guru maupun siswa, agar bersikap bijak dan menjaga suasana pembelajaran tetap kondusif. Terhadap pihak-pihak yang terlibat, Dinas Pendidikan akan melakukan pembinaan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Kami juga akan berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi terkait tindak lanjut hasil pembinaan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Berbak, Iptu Hans Simangunsong, membenarkan adanya insiden tersebut. Pihak kepolisian akan memfasilitasi proses mediasi antara guru yang bersangkutan, pihak sekolah, orang tua siswa, serta forum komunitas pimpinan kecamatan.
“Benar, hari ini kami lakukan mediasi bersama pihak sekolah, guru, orang tua murid, dan pihak terkait lainnya. Mudah-mudahan ada solusi terbaik,” ujar Kapolsek.
Camat Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Nopi Ariansyah, juga menyampaikan bahwa mediasi telah diupayakan dengan melibatkan aparat kepolisian, Babinsa, serta komite sekolah.
“Kami bersama Polsek Berbak, Babinsa, dan komite sekolah melakukan mediasi dengan melibatkan orang tua siswa,” kata Nopi.
Menurutnya, peristiwa yang viral di media sosial tersebut diduga berawal dari kesalahpahaman saat guru memberikan arahan kepada siswa di lingkungan sekolah.
Sebelumnya, media sosial dihebohkan oleh beredarnya video berdurasi sekitar 3 menit 28 detik yang memperlihatkan kericuhan antara seorang guru dan sejumlah siswa di SMKN 3 Tanjab Timur, Kecamatan Berbak. Dalam video tersebut, adu argumen antara guru dan murid berujung ricuh dan diduga terjadi aksi pengeroyokan terhadap guru.
Video lanjutan yang juga beredar memperlihatkan guru tersebut mengejar beberapa siswa dengan membawa senjata tajam jenis celurit, sehingga memicu keprihatinan masyarakat luas.
Pemerintah daerah, pihak sekolah, dan aparat keamanan berharap proses mediasi dapat menyelesaikan persoalan ini secara damai serta menjadi pembelajaran agar kekerasan di lingkungan pendidikan tidak terulang kembali.












