Manajemen dan SPBUN PTPN IV Regional 4 Sepakat Tingkatkan Produksi Sawit 20 Ton per Hektare pada 2026

Manajemen PTPN IV Regional 4 Jambi–Sumatera Barat bersama pengurus SPBUN berfoto bersama 

JURNALJAMBI.CO – Manajemen PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional 4 Jambi–Sumatera Barat bersama Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) sepakat meningkatkan produktivitas kelapa sawit menjadi 20 ton per hektare per tahun pada 2026. Target tersebut naik dari capaian produksi tahun 2025 yang berada di angka 17,4 ton per hektare per tahun.

Kesepakatan ini disampaikan dalam audiensi awal tahun antara pengurus SPBUN Regional 4 dan manajemen PTPN IV Regional 4 yang digelar di Ruang Raden Mataher, Lantai III Region Office, Senin (12/1/2026).

Audiensi tersebut dihadiri Ketua SPBUN PTPN Regional 4 Arief Kurniawan, Bendahara Umum Idham Simatupang, serta pengurus basis unit kebun. Dari pihak manajemen hadir Region Head PTPN IV Regional 4 Khayamuddin Panjaitan, Business Support Head Dhanny Hermawan, Operation Head Bambang Agustian, serta jajaran kepala bagian dan kepala subbagian.

“Kami dan SPBUN sepakat untuk meningkatkan produktivitas pada tahun 2026 dengan target 20 ton per hektare per tahun. Seluruh upaya akan kita lakukan bersama untuk mencapai target tersebut,” ujar Khayamuddin Panjaitan.

Untuk mendukung pencapaian target, manajemen akan segera menyelesaikan kekurangan tenaga kerja, khususnya pemanen, melalui percepatan rekrutmen tenaga PKWT serta pengangkatan Karyawan Non Golongan (KNG). Tambahan tenaga kerja tersebut ditargetkan sudah tersedia pada masa puncak panen.

Selain itu, perbaikan infrastruktur jalan dan drainase kebun juga menjadi perhatian utama. Menurut Khayamuddin, percepatan perbaikan infrastruktur diperlukan agar seluruh produksi dapat tergali secara optimal.

“Pengamanan juga akan diperketat untuk meminimalkan pencurian tandan buah segar (TBS). Portal keluar-masuk kebun harus selalu terpantau dan berfungsi dengan baik,” katanya.

Dalam upaya pengamanan, PTPN IV Regional 4 akan bekerja sama dengan Polda Jambi, baik untuk pengamanan area kebun maupun peningkatan kapasitas petugas keamanan di wilayah rawan pencurian.

Di sisi lain, peningkatan kesejahteraan karyawan tetap menjadi fokus manajemen. Insentif karyawan pada 2025 telah dibayarkan untuk Triwulan I dan II, sementara kondisi rumah dinas karyawan serta pendidikan anak-anak karyawan juga menjadi perhatian Board of Regional Management (BRM).

Langkah strategis lainnya untuk mencapai target produktivitas 2026 meliputi penggunaan pupuk secara optimal, pengelolaan kondisi pasar secara cermat, serta penguatan hubungan industrial melalui komunikasi yang intens dengan karyawan.

“Terakhir, kami memastikan alat panen tersedia dan berfungsi dengan baik sejak awal tahun untuk menghindari kendala di tengah tahun. Semua dilakukan secara terpadu dan kolaboratif, dengan fokus pada perusahaan yang sehat dan karyawan yang sejahtera,” kata Khayamuddin.