JURNALJAMBI.CO – Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh BPI Danantara di Aceh Tamiang. Ia pun menyoroti atap hunian yang terbuat dari seng.
Prabowo mengatakan dirinya memberikan koreksi sedikit kepada Danantara saat melihat-lihat proyek huntara. Menurutnya, atap yang terbuat dari seng membuat hawa di dalam rumah terasa panas.
Hal itu disampaikan dalam rapat bersama jajaran menteri dan direktur utama BUMN di Aceh Tamiang.
Ia meminta dicarikan solusi alternatif material atap lain. Menurutnya bahan lokal atau sederhana cukup membantu sehingga tidak perlu menggunakan material atap mahal.
Mungkin solusinya tidak usah mahal-mahal. Solusinya mungkin dari bahan-bahan lokal apa itu anyaman atau apa iya kan dari ijuk,” imbuhnhya.
Selain itu, Prabowo mencontohkan bahan tekstil juga dapat dimanfaatkan agar rumah tidak panas. Bahan tekstil tersebut dapat dilapisi di bawah atap seng.
“Hal-hal semacam itu nanti kreativitas daripada orang-orang lapangan, tapi yang fokus kita adalah bagaimana kita bisa mengurangi (dan) meringankan penderitaan rakyat,” tuturnya.
Di sisi lain, ia meminta agar Danantara berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah daerah saat membangun hunian. Hal ini untuk mencegah terjadi tumpang tindih terkait titik-titik hunian.
Kemudian, pembangunan hunian juga perlu terintegrasi dengan fasilitas umum. Untuk itu, ia akan mengeluarkan instruksi presiden (inpres) agar dapat membentuk satgas atau badan untuk rekonstruksi rehabilitasi bencana di Sumatera.
Sebelumnya diberitakan, Prabowo meninjau pembangunan hunian sementara (huntara) untuk korban bencana di Aceh Tamiang. Sebanyak 600 unit rumah sedang dibangun oleh Danantara Indonesia di sana.
Prabowo mengatakan Danantara berinisiatif membantu mempercepat pemulihan kondisi bencana di tiga provinsi. Sebanyak 600 hunian sedang dibangun dalam waktu yang singkat.
Sementara itu, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menyampaikan sebanyak 600 unit huntara akan diserahkanterimakan pada 8 Januari 2026. Angka tersebut merupakan bagian dari rencana pembangunan 15.000 unit huntara di tiga provinsi terdampak bencana.
“Rumah Hunian Danantara ini akan kita serahterimakan pada tanggal 8 Januari sebanyak 600 unit kepada pemerintah daerah,”
Selain hunian, Rumah Hunian Danantara dilengkapi dengan taman bermain, jaringan wifi, 14 musala, 14 dapur umum, serta 120 unit toilet dan kamar mandi.












