Tinjau PT SMM di Sarolangun, Cek Endra Minta Perusahaan Jaga Lingkungan dan Kenyamanan Warga

Drs. H. Cek Endra meninjau PT SMM di Sarolangun - Jambi

JURNALJAMBI.CO – Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar, Cek Endra, melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan pengelolaan lingkungan PT Samudera Mahkota Mas (SMM) di Kabupaten Sarolangun, Jambi, Senin 12 Oktober 2026. Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas pengaduan masyarakat terkait aktivitas perusahaan yang sebelumnya menimbulkan sejumlah persoalan lingkungan.

Dalam kunjungan tersebut, Cek Endra memeriksa sejumlah fasilitas perusahaan, terutama sistem pengelolaan limbah dan kondisi kolam penampungan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan berbagai rekomendasi yang disampaikan dalam peninjauan sekitar tiga bulan lalu telah ditindaklanjuti oleh perusahaan.

“Alhamdulillah, dari hasil pengecekan hari ini, sejumlah rekomendasi yang kita sampaikan sebelumnya sudah dilaksanakan perusahaan, terutama menyangkut perbaikan sistem pengelolaan limbah dan penataan kolam limbah melalui proses penampungan dari dua belas kolam yg sudah dibuat. Ini perkembangan yang baik dan harus terus dipertahankan,” ujar Cek Endra.

Menurutnya, perbaikan tersebut diharapkan dapat mengatasi berbagai keluhan masyarakat yang sebelumnya muncul, mulai dari asap, kebisingan, bau tidak sedap, hingga kekhawatiran terhadap pencemaran air. Ia juga menyoroti penataan sistem pengolahan limbah yang kini dilakukan secara bertahap melalui sejumlah kolam penampungan.

Cek Endra menjelaskan, salah satu perkembangan yang menjadi perhatian adalah pengelolaan limbah cair yang tidak lagi langsung dialirkan ke lingkungan, melainkan melalui proses penampungan hingga kolam ketiga. Limbah yang telah memenuhi persyaratan pengolahan tersebut juga berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk untuk perkebunan kelapa sawit masyarakat sekitar.

“Kalau limbah ini dikelola dengan benar dan memenuhi standar lingkungan, tentu bisa memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat, misalnya sebagai pupuk untuk kebun sawit. Masyarakat bisa mendapatkan pupuk secara gratis, sementara potensi pencemaran lingkungan juga dapat ditekan,” jelasnya.

Selain persoalan lingkungan, mantan Bupati Sarolangun tersebut mengingatkan pentingnya komunikasi yang terbuka antara perusahaan dan masyarakat. Menurutnya, keberadaan investasi harus memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjamin kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Di mana pun perusahaan beroperasi, masyarakat sekitar harus merasa nyaman. Perusahaan harus terus membangun komunikasi yang baik, mendengarkan keluhan warga, dan segera menyelesaikan persoalan yang muncul. Sebaliknya, masyarakat juga perlu mendukung keberadaan perusahaan karena aktivitas usaha ini memberikan manfaat ekonomi dan membuka peluang bagi masyarakat setempat,” tegasnya.

Cek Endra menekankan bahwa kepatuhan terhadap standar lingkungan harus menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan, bukan semata-mata karena adanya pengawasan pemerintah.

“Perusahaan jangan hanya tertib karena diawasi oleh instansi lingkungan hidup, tetapi harus tertib karena menyadari bahwa masyarakat sekitar berhak mendapatkan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. Investasi harus berjalan, ekonomi masyarakat tumbuh, tetapi kelestarian lingkungan tetap menjadi prioritas,” pungkasnya.