APM Jambi Dampingi Mbah Kaminem Hadiri Perayaan Hari Lansia Internasional 2026 di Palembang

PALEMBANG — Direktur Eksekutif Aliansi Perempuan Mandiri (APM) Jambi, Marsiyam mendampingi Mbah Kaminem (70) menghadiri acara perayaan Hari Lansia Internasional Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel HOMM Palembang Radial, Kamis (1/10).

Mbah Kaminem merupakan warga Desa Bukit Beringin, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin yang merupakan salah satu narasumber dalam kegiatan assessment lansia yang dilaksanakan oleh APM Jambi.

Marsiyam menuturkan, hadirnya Mbah Kaminem di HOMM Palembang Radial dalam acara yang diprakarsai oleh konsorsium PERMAMPU dan berkolaborasi dengan Ashoka tersebut bertujuan untuk menyuarakan pentingnya layanan kesehatan bagi kaum lansia di pedesaan. Acara itu sendiri mengusung tema “Mendengar Suara Perempuan Lansia Perdesaan di Pulau Sumatera”.

“Dari beberapa pertemuan, baik dalam pertemuan rutin maupun ketika menjadi narasumber, Mbah Kaminem selalu menyampaikan harapan agar di Desa Bukit Beringin tempat ia tinggal bisa dibangun puskesmas. Suara lansia inilah yang kami bawa untuk disampaikan agar menjadi perhatian dan pembelajaran bersama,” ujar Marsiyam.

Kegiatan tingkat regional ini mempertemukan 387 peserta lintas generasi. Mereka terdiri atas perempuan lansia dan pra-lansia, perempuan muda, serta kader perempuan dampingan anggota dan mitra PERMAMPU di 10 provinsi di Sumatera, mulai dari Aceh hingga Lampung.

Selain itu, kegiatan juga melibatkan jejaring Ashoka, mitra INKLUSI, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi perempuan, dan jaringan masyarakat sipil dari seluruh Indonesia.

Acara tersebut turut menghadirkan Niken Lestari, Konsultan FPAR (Feminist Participatory Action Research) dari PERMAMPU, yang memaparkan hasil asesmen kebutuhan strategis perempuan lansia di Pulau Sumatera. Hadir pula Direktur Regional Ashoka Asia Tenggara, Nani Zulminarni; Ibu Tirta Sutedjo dari Bappenas; serta penyampaian testimoni perempuan lansia dari berbagai provinsi.

Tak hanya itu, sejumlah mitra INKLUSI juga membagikan praktik baik (best practices), di antaranya Tri Hastuti dari ’Aisyiyah, Ciciek Farha dari Ledokombo, dan Khotimun Susanti selaku Direktur Asosiasi LBH APIK Jakarta.

Koordinator PERMAMPU, Dina Lumbantobing, menyampaikan bahwa perempuan lansia telah menjadi bagian penting dalam pengorganisasian perempuan akar rumput anggota PERMAMPU melalui Credit Union (CU).

“Sekitar 20 persen anggota CU adalah perempuan lansia sesuai dengan definisi dalam UU, tanpa menafikan anggota lain yang memaknai dirinya sudah mulai menua sejak mengalami menopause di usia 50an bahkan 40an. Dukungan INKLUSI dalam penguatan perspektif GEDSI membuka dan menguatkan komitmen PERMAMPU untuk menyediakan ruang dalam mendengarkan, bersuara dan memahami kebutuhan strategis perempuan lansia, khususnya di perdesaan dan kelompok marginal,” ungkapnya.

Mari Menua dengan Suka Cita (*)