Gawat! AQI Jambi Tembus 270, Kualitas Udara Paling Buruk Sepanjang 2026

Kabut Asap Makin Parah, Sekolah di Jambi Kembali Diliburkan

JURNALJAMBI.CO —  Kualitas udara di Kota Jambi kembali mencatatkan rekor buruk. Berdasarkan data pemantauan real-time, indeks kualitas udara atau AQI di Jambi Paal Lima tembus angka 270 pada Selasa pagi (15/9/2026) pukul 08.00–09.00 WIB. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang periode kabut asap 2026.

Dengan kategori Sangat Tidak Sehat” kondisi ini membuat Jambi berada di urutan kedua kota dengan polusi udara terburuk di Indonesia. Pontianak menempati posisi pertama dengan AQI.

Data dari stasiun pemantauan lain juga menunjukkan angka yang tidak jauh berbeda. Stasiun Jambi tercatat 268 AQI, sementara Muaro Jambi berada di angka.

PM2.5 Tembus 39 Kali Batas Aman WHO Tingkat polutan PM2.5 di Jambi saat ini tercatat 39 kali lipat dari nilai panduan tahunan WHO. Sebelumnya BMKG juga mencatat konsentrasi PM2.5 di Kota Jambi mencapai 245,1 mikrogram per meter kubik pada 4 September 2026, yang masuk kategori sangat tidak sehat.

Dampak ke Kesehatan dan Pendidikan Kabut asap yang pekat ini tidak lagi sekadar masalah lingkungan. Dampaknya sudah terasa ke kesehatan, pendidikan, hingga produktivitas warga.

Pemerintah Kota Jambi bahkan sudah mengambil langkah darurat dengan mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke pembelajaran jarak jauh. Pasalnya anak-anak termasuk kelompok paling rentan terhadap paparan polusi udara.

“Udara bersih yang biasanya gratis, sekarang harus dibayar dengan masker, biaya berobat, dan aktivitas yang dibatasi,” tulis pengamat dalam catatan terkait Hari Udara Bersih Internasional.

Imbauan untuk Warga

Warga diimbau untuk:

1. Menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah

2.Mengurangi kegiatan outdoor terutama bagi lansia, anak-anak, dan penderita ISPA

3. Memperbanyak minum air putih dan menutup rapat pintu jendela

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi terkait penyebab utama lonjakan AQI tersebut. Namun kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih menjadi faktor utama di Jambi dan wilayah Sumatera.