Masyarakat Desa Pematang Kulim Berterimakasih atas Bantuan Sumur Bor dan Bedah Rumah Program Karya Bakti Skala Besar TNI tahun 2026 

Kades Pematang Kulim Usep Surya Mulyana bersama pihak terkait di lokasi sumur bor bantuan Program Karya Bakti Skala Besar TNI tahun 2026

JURNALJAMBI.CO – Masyarakat Desa Pematang Kulim Kecamatan Pelawan Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi mengucapkan terimakasih telah mendapatkan bantuan dari Program Karya Bakti Skala Besar TNI tahun 2026. Masyarakat juga mengapresiasi komitmen TNI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sarolangun dalam upaya mensejahterakan masyarakat.

Apresiasi serta ungkapan syukur dan terimakasih dari masyarakat disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Pematang Kulim Usep Surya Mulyana, kepada wartawan media ini di kediamannya, Sabtu 5 September 2026, yang mana, bantuan 2 sumur bor dan bedah rumah untuk 2 rumah bagi rumah warga tidak layak huni di Desa Pematang Kulim telah terealisasi dan selesai dibangun, manfaat bantuan tersebut sudah dirasakan masyarakat.

Salah satu sumur bor bantuan Program Karya Bakti Skala Besar TNI 2026 di Desa Pematang Kulim Kecamatan Pelawan

“Mewakili masyarakat Desa Pematang Kulim, saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada TNI dan Pemerintah Kabupaten Sarolangun atas bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat kami,” ucap Kades Pematang Kulim yang akrab disapa Usep, ini.

Dari penjelasan Kades Usep, bantuan yang telah terealisasi adalah pembangunan sumur bor dengan kedalaman berkisar antara 50 hingga 80 meter di wilayah Dusun Sukakarya, RT 20 dan RT 21.

Yang mana saat ini air bersih telah tersedia menggunakan dengan menggunakan tedmon  berkapasitas 3.000 liter, dan masyarakat sudah mulai mengambil air di lokasi tersebut, meskipun pendistribusian ke rumah-rumah warga masih dalam tahap pemipaan.

“Alhamdulillah, sumur bor di Dusun Sukakarya RT 20 dan 21 sudah berfungsi. Saat ini masyarakat mengambil air di tedmon 3.000 liter, dan tinggal tahap pemipaann ke rumah-rumah. Penempatan sumur ini juga diarahkan untuk mendukung antisipasi kebakaran hutan dan lahan, sehingga ketika terjadi kebakaran di sekitar wilayah ini, sudah tersedia sumber air yang dekat dengan masyarakat,” ungkap Kades Usep.

Begitu juga bantuan bedah rumah yang berlokasi di Dusun Sukasari RT 10 dan Dusun Sukamaju RT 30, berupa 2 unit rumah, 1 unit tipe 66 dan 1 unit tipe 55 — yang diberikan kepada warga yang benar-benar tidak mampu. Satu rumah berkonstruksi permanen dan satu lagi berupa rumah layak huni semi-permanen. Seluruh proses pengerjaan diawali dengan gotong royong seluruh masyarakat dan Kelompok Masyarakat Peduli Api, sebelum diselesaikan oleh pihak TNI.

Masyarakat tidak lupa menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia, Kodim 0420/Sarko, Danramil, serta Babinsa selaku pengawas lapangan. Bahkan dalam mengkawal program ini, Pihak Mabes TNI telah berkunjung langsung ke lokasi untuk cek kondisi secara fisik dan memastikan bantuan tersebut tepat sasaran.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Presiden, Pangdam, Korem, Kodim 0420/ SARKO, Danramil, dan Babinsa yang telah membantu kami. Hormat kami kepada Pihak Mabes TNI yang telah datang langsung mengecek ke lokasi, dan melihat kondisi secara langsung. Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat kami,” ucap Kades Usep.

Lanjut Kades Usep, Pihak desa juga telah mengajukan permohonan penambahan 2 unit sumur bor melalui PHP, berharap TNI dapat merealisasikannya. Terkait program bedah rumah, sebelumnya telah diajukan 50 unit dan masih tersisa 24 unit yang belum terealisasi, dan diharapkan pada tahun 2027 dapat diwujudkan.

Salah satu rumah bantuan Bedah Rumah Program Karya Bakti Skala Besar TNI 2026 di Desa Pematang Kulim Kecamatan Pelawan

Terkait penyaluran bantuan pada pelaksanaan program berikutnya, Kades Usep berharap agar verifikasi data dilakukan secara ketat di lapangan, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh warga yang layak menerima dan sangat membutuhkan, yaitu warga yang rumahnya tidak layak huni, tidak memiliki penghasilan tetap, serta lansia dan penyandang masalah kesejahteraan sosial.

“Harapan kami, ketika ada pengajuan bantuan, terutama bedah rumah, data harus dicek ulang kelayakannya di lapangan. Jangan sampai yang menerima justru bukan yang paling membutuhkan, sebagaimana yang ramai dibahas di media sosial terkait ketidaktepatan sasaran bantuan. Harap verifikasi mulai dari RT, desa, dan BPD. Warga penerima adalah yang benar-benar rumahnya tidak layak huni, tidak punya penghasilan tetap, dan warga yang memang membutuhkan,” tegasnya.

Kades Usep berharap program baik ini dapat dilakukan secara kontinu, menurutnya, masih banyak masyarakat lain, yang sangat membutuhkan, tidak hanya di Desa Pematang Kulim, tapi di seluruh desa di Kabupaten Sarolangun dan Provinsi Jambi, yang masih membutuhkan bantuan serupa.

“Semoga bantuan-bantuan seperti  ini terus berlanjut dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Kades Usep.