Di Bawah Michael Carrick, Manchester United Mulai Terlihat Menjanjikan

Di bawah Carrick, Manchester United mulai menunjukkan perubahan taktik yang lebih terarah.

JURNALJAMBI.CO— Manchester United kerap jadi bahan kritik beberapa musim terakhir. Dulu dikenal sebagai raksasa Eropa, kini klub itu dianggap kehilangan identitas permainan, inkonsisten, dan gagal bersaing di papan atas Premier League. Banyak fans menyebut mereka “tim yang sulit berkembang” sejak era Sir Alex Ferguson berakhir.

Namun beberapa waktu terakhir, tanda-tanda perubahan mulai terlihat. Meski belum cukup untuk menyimpulkan mereka sudah benar-benar kembali, pandangan terhadap United mulai bergeser. Di musim 2025-2026, klub ini menunjukkan tanda kebangkitan meski masih beradaptasi dengan pelatih dan sistem baru. Pergantian pelatih dari Ruben Amorim ke Michael Carrick membawa perubahan besar pada cara bermain tim.

Masa Sulit Belum Lama Berlalu Catatan Premier League, BBC Sport, hingga Wikipedia sama-sama mencatat United sempat terseok. Mereka finis di posisi ke-15 Liga Inggris dengan 42 poin. Itu jadi salah satu posisi terburuk klub di era modern Premier League. Hasil itu memperkuat kritik: tim belum menemukan konsistensi.

Sentuhan Carrick Mulai TerasaDi sisi lain, perubahan taktik jelas terlihat di bawah Carrick. Ia dikenal dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan fleksibel. Berbeda dari sistem sebelumnya yang kaku, Carrick mulai menyesuaikan formasi dengan karakter pemain. Hasilnya, beberapa pemain lebih nyaman di posisi aslinya.

Dampaknya terasa pada pembangunan serangan. Beberapa laga terakhir menunjukkan intensitas lebih tinggi, terutama saat transisi menyerang yang lebih cepat. Bruno Fernandes kembali diberi kebebasan mengatur ritme. Sementara pemain muda seperti Kobbie Mainoo dan Benjamin Sesko mendapat rung lebih besar untuk berkembang.

PR Besar Bernama Konsistensi  Tapi sebagian pihak masih ragu perubahan ini bisa bertahan. Keraguan itu wajar. Musim 2024-2025, United masih kompetitif di papan tengah atas, tapi performa naik-turun. Di laga penting, mereka sering kehilangan poin karena kesalahan taktik dan lemahnya organisasi permainan.

Jelas United sedang dalam fase perombakan besar. Mereka tak lagi cuma mengandalkan nama besar, tapi berusaha membangun identitas permainan yang hilang. Itu butuh waktu, tapi tanda perbaikannya sudah ada.

Kalau dilihat dari cara main, United sekarang lebih “masuk akal”. Kebangkitan bukan hanya soal hasil, tapi bagaimana tim kembali nyaman bermain. Saat pemain ditempatkan sesuai peran terbaiknya, permainan jadi lebih stabil dan efektif.

Masih Panjang Jalan ke Puncak  Meski ada perbaikan, perjalanan United jauh dari selesai. Masalah utama tetap sama: konsistensi. Itu PR lama kalau mereka mau bersaing lagi dengan Manchester City, Arsenal, dan Liverpool.

Kalau konsistensi belum beres, proses kebangkitan bisa berhenti di tengah jalan. Sepak bola modern terlalu ketat untuk cuma mengandalkan sejarah. Kebangkitan United akan ditentukan di lapangan: seberapa cepat adaptasi ke sistem baru, dan seberapa konsisten performa dari satu laga ke laga berikutnya.

Penulis :Amaliah Anugrah.S