Tanjung Jabung Barat Juara Umum Walikota Cup 2026, Kota Jambi Tersungkur di Kandang Sendiri

Percasi Tanjung Jabung Barat keluar sebagai juara umum Turnamen Catur Walikota Cup di Indrogrosir Kota Jambi .

JURNALJAMBI.CO – Tuan rumah tumbang di hadapan publik sendiri. Tanjung Jabung Barat tampil perkasa dan sukses merebut gelar juara umum Turnamen Catur Walikota Cup 2026, sekaligus mematahkan ambisi Kota Jambi yang selama ini dikenal sebagai barometer percaturan di Provinsi Jambi.

Turnamen Catur Walikota Cup yang diselenggarakan oleh Percasi Kota Jambi dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Kota Jambi di Indogrosir berlangsung sengit dan penuh drama hingga babak terakhir.

Sejak awal, Kota Jambi berupaya memaksimalkan peluang dengan memasukkan kategori veteran umum sebagai salah satu andalan untuk mengamankan gelar juara umum. Namun strategi tersebut justru kandas setelah para pecatur Tanjung Jabung Barat tampil luar biasa dan mendominasi papan atas.

Pahlawan kemenangan Tanjung Jabung Barat adalah Master Nasional (MN) Sarmadoli Siringo. Pecatur senior ini menunjukkan kelasnya dengan menumbangkan andalan Kota Jambi, MN Winarno, pada babak keempat. Tidak berhenti di situ, pada babak keenam atau babak penentuan, Sarmadoli kembali meraih kemenangan penting atas Agus Harianto dari Kabupaten Muaro Jambi.

Dominasi Tanjung Jabung Barat semakin lengkap ketika Heri berhasil mengamankan posisi kedua setelah menang atas Amridal di meja tiga pada babak terakhir. Sementara Ramses Hasibuan menempati posisi ketiga setelah bermain remis melawan MN Winarno di meja dua.

Dengan hasil tersebut, kategori veteran sepenuhnya dikuasai pecatur Tanjung Jabung Barat.

Tidak hanya berjaya di kategori veteran, kejutan besar juga terjadi pada kategori non-master.

Dedi Iskandar, pecatur pendatang baru asal Tanjung Jabung Timur, tampil sebagai bintang baru turnamen. Secara mengejutkan ia berhasil menaklukkan Ramses Hasibuan dari Kota Jambi dalam laga krusial babak terakhir.

Para pemenang Turnamen Catur Walikota Cup.

Kemenangan Dedi menjadi semakin berarti setelah Apriyan Hidayat yang bertanding di meja satu harus mengakui keunggulan Rully Putra Ardiansyah dari Kabupaten Bungo.

Kombinasi hasil tersebut membuat Dedi Iskandar keluar sebagai juara kategori non-master. Rully Putra Ardiansyah menempati posisi kedua, sementara Apriyan Hidayat harus puas finis di peringkat ketiga.

Kegagalan Kota Jambi meraih gelar juara umum menjadi sorotan utama dalam turnamen kali ini.

Sebagai ibu kota provinsi sekaligus pusat pembinaan catur di Jambi, Kota Jambi selama ini dikenal memiliki fasilitas latihan yang lebih baik, dukungan anggaran yang relatif besar, serta jumlah atlet yang lebih banyak dibanding daerah lain.

Namun keunggulan tersebut tidak mampu diterjemahkan menjadi prestasi di atas papan catur.

Sebaliknya, Tanjung Jabung Barat membuktikan bahwa semangat bertanding, konsistensi, dan kualitas permainan masih menjadi faktor penentu utama dalam olahraga catur.

Kekalahan di kandang sendiri ini menjadi tamparan keras bagi Percasi Kota Jambi. Evaluasi menyeluruh terhadap pola pembinaan, regenerasi atlet, hingga strategi menghadapi turnamen besar dinilai menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa ditunda lagi.

Sementara itu, keberhasilan Tanjung Jabung Barat meraih gelar juara umum menjadi bukti bahwa kekuatan catur di Provinsi Jambi kini semakin merata. Dominasi yang selama ini identik dengan Kota Jambi mulai mendapat tantangan serius dari daerah-daerah lain yang terus berkembang dan menunjukkan kualitasnya.