Daerah  

Kasus Campak di Kota Jambi Tembus 300

ILUSTRASI: balita yang terserang campak

JURNALJAMBI.CO – Dinas Kesehatan Kota Jambi menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan menyusul meningkatnya kasus campak yang kini telah menembus lebih dari 300 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi, Elvi Roza, mengatakan mayoritas kasus terjadi pada anak usia 0 hingga 6 tahun. Data per 13 April 2026 mencatat wilayah Kenali Besar menjadi daerah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni mencapai 57 kasus.

“Kasus campak didominasi anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” ujar Elvi, Jumat (17/4/2026).

Ia mengimbau para orang tua segera melengkapi imunisasi anak guna mencegah penyebaran penyakit yang bersifat menular tersebut. Menurutnya, imunisasi merupakan langkah paling efektif untuk melindungi anak dari risiko campak.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kota Jambi juga meminta seluruh rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan meningkatkan kewaspadaan. Skrining terhadap pasien dengan gejala campak dilakukan sejak pintu masuk, termasuk di instalasi gawat darurat, rawat jalan, hingga rawat inap.

Selain itu, fasilitas kesehatan diminta menyiapkan ruang isolasi untuk pasien yang terindikasi atau terkonfirmasi campak guna mencegah penularan lebih luas.

“Kami juga mengingatkan tenaga kesehatan untuk menggunakan alat pelindung diri serta mengatur jadwal kerja agar tetap dalam kondisi prima,” kata Elvi.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Kesehatan terkait kewaspadaan terhadap peningkatan kasus campak, khususnya untuk melindungi tenaga medis dan masyarakat.

Dinkes juga meminta setiap fasilitas kesehatan memperkuat sistem pengawasan internal, termasuk melalui tim pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit (K3RS), serta unit mutu layanan.

Penulis: Lisa