JURNALJAMBI.CO – Fenomena menyusutnya air danau Kerinci memicu keresahan masyarakat khususnya petani, dan nelayan yang menggantungkan hidup dari ekosistem danau tersebut.
Menanggapi itu, Gubernur Jambi, Al Haris, menjelaskan bahwa kondisi air di bagian induk danau sebenarnya masih terpantau stabil. Meski demikian, endapan lumpur sekitaran pintu turbin Perusahaan Listrik Tenaga Air Kerinci Merangin Hidro (KMH) mulai tampak ke permukaan.
Ia juga mengidentifikasi faktor cuaca menjadi penyebab utama, serta kencangnya air yang menuju ke pintu turbin.
”Saya ke Kerinci kemarin, melihat dari mata saya. Pertama memang karena curah hujan kurang, bulan Januari curah hujan kita sangat minim sekali, kedua akibat air di pintu itu naik kencang,” ungkap Gubernur Al Haris saat memberikan keterangan, Rabu (4/2/2026).
Sebelumnya, pihak PLN sempat menginformasikan pemadaman listrik total selama 14 hari. Terkait hal itu, Al Haris segera berkoordinasi dengan Jusuf Kalla guna mencari solusi. Berkat respons cepat itu, PLTA mengambil alih, sehingga durasi pemadaman berhasil dipangkas menjadi dua hari.
”Saya WhatsApp-kan ke pak JK (Jusuf Kalla). Untung kita punya PLTA, PLN sudah menyampaikan, akan tidak bisa digunakan selama 2 minggu,” sebut Al Haris.
Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat kehadiran PLTA, yang terbukti mampu menjadi solusi saat jaringan listrik konvensional mengalami kegagalan sistem.
”Kita bersyukur juga ada PLTA, kita menilai ada gunanya ternyata, ketika PLN matikan lampu atau ada masalah PLTA bantu,” tutupnya.













