JURNALJAMBI.CO – Gubernur Jambi Al Haris menunjukkan sikap tegas dalam rapat evaluasi pembangunan jalan khusus batubara, Senin malam (26/1). Dalam acara itu, ia mengultimatum tiga perusahaan batubara di Rumah Dinas Gubernur.
Al Haris mengaku gerah karena proyek itu sudah memasuki tahun ketiga tanpa penyelesaian total. Ia menuntut pertanggungjawaban dari PT Putra Bulian Properti, PT Inti Bangun Sarana, PT Sinar Anugerah Sukses atas komitmen mereka.
”Dua tahun full ini, ini masuk tahun ketiga. Saya ingin melihat sejauh mana progresnya,” tegas Al Haris.
Ia mengungkap fakta pahit mengenai anjloknya ekonomi Jambi ke angka 4,77 persen. Menurutnya, kelambanan pengusaha membangun jalan khusus menjadi pemicu utama kemandekan sektor tambang.
Orang nomor satu di provinsi Jambi itu menegaskan tidak akan menoleransi alasan-alasan teknis yang terus berulang. Ia bahkan siap pasang badan untuk membantu mediasi lahan asalkan pengusaha menunjukkan niat baiknya.
”Lapor pada kami apa kendalanya. Yang pemerintah bisa bantu, kita bantu semaksimal mungkin,” tambahnya.
Al Haris menyoroti nasib ribuan sopir yang kehilangan penghasilan akibat kacaunya sistem logistik batubara. Sehingga, target utama pemerintah adalah memindahkan seluruh angkutan batubara dari jalan nasional ke jalur khusus. Hal itu juga demi menghapus kemacetan panjang yang selama ini menyiksa masyarakat Jambi.
“Target kita jalan hauling tersedia, kuota tambang jalan, sopir bekerja, tetapi tidak lewat jalan nasional,” tutupnya.













