JURNALJAMBI.CO – Perekonomian Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, menunjukkan penguatan sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,28 persen, meningkat dibandingkan 2024 yang tercatat 4,43 persen. Namun, di balik kenaikan tersebut, tantangan memperbesar nilai tambah industri dan memperluas peluang usaha masih terbuka.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tanjung Jabung Barat merilis data tersebut pada 27 Februari 2026. Produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp61,82 triliun, sedangkan PDRB per kapita tercatat Rp182,03 juta. Angka per kapita ini merupakan indikator rata-rata aktivitas ekonomi, bukan pendapatan yang diterima setiap penduduk.
Dari sisi produksi, transportasi dan pergudangan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,08 persen. Meski demikian, nilai tambah nominal sektor tersebut baru mencapai Rp588,92 miliar pada 2025. Angka ini masih jauh di bawah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang mencapai Rp21,10 triliun.
Sektor pertambangan dan penggalian juga menyumbang nilai ekonomi besar, yakni Rp17,46 triliun. Sementara itu, industri pengolahan mencapai Rp10,54 triliun. Data tersebut memperlihatkan besarnya peran sektor berbasis sumber daya alam sekaligus peluang pengembangan kegiatan pengolahan di daerah.
Pertumbuhan transportasi dan pergudangan dapat menjadi momentum untuk memperkuat distribusi komoditas perkebunan, hasil pertanian, dan perikanan. Ketersediaan fasilitas penyimpanan, transportasi yang efisien, serta akses pasar berpotensi membantu pelaku usaha menekan biaya logistik dan menjaga kualitas produk.
Di sisi lain, pengembangan industri pengolahan dapat memperluas sumber pertumbuhan ekonomi. Komoditas lokal yang diproses menjadi produk bernilai tambah berpeluang menciptakan lapangan kerja, membuka usaha pendukung, dan memperluas pasar.
Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan tersebut turut dirasakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pekerja, serta masyarakat di tingkat produksi.
Karena itu, penguatan infrastruktur, akses pembiayaan, keterampilan tenaga kerja, dan kemitraan antara petani dengan industri menjadi faktor penting. Pertumbuhan 5,28 persen akan semakin berarti apabila mampu mendorong produktivitas, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.












