JURNALJAMBI.CO – Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kabupaten Sarolangun Muhammad Idrus mengatakan bahwa Sekolah Rakyat Sarolangun sudah masuk dalam 100 Daerah yang akan dibangun di tahap III tahun 2026, yang akan segera memasuki proses tender/lelang pada Oktober 2026. Sarolangun adalah salah satu daerah yang telah merampungkan syarat kesiapan lahan dan dokumen pendukung.
“Sekolah Rakyat kita Alhamdulillah saat ini sudah masuk dalam 100 daerah yang akan dibangun di tahap III tahun 2026 ini,” kata Kadis Muhammad Idrus kepada jurnaljambi.co, Senin 3 Agustus 2026.
Kadis Sosial Muhammad Idrus menjelaskan bahwa dana pembangunan Sekolah Rakyat Sarolangun bersumber dari APBN, yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Sosial (Kemensos) dan Kementerian PU.
“Dana Pembangunan Sekolah Rakyat dari APBN, yang dilaksanakan oleh Kemensos dan Kementerian PU, sedangkan fisiknya dibangun oleh Kementerian PU,” jelas Kadis Muhammad Idrus.

Pendanaan utama pembangunan fisik, fasilitas asrama, dan operasional Sekolah Rakyat berasal dari alokasi anggaran negara. Pemerintah daerah berperan dalam penyiapan dan penyertaan lahan yang memenuhi syarat administrasi.
Kadis Muhammad Idrus mengungkapkan, pembersihan lahan Sekolah Rakyat Sarolangun menemukan kendala, akibat efisiensi anggaran daerah dan keterbatasan kemampuan keuangan daerah, namun, Pemerintah Kabupaten Sarolangun terus berupaya dengan menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dari APBD Kabupaten Sarolangun.
“Kita lagi terkendala dalam pembersihan lahan, karena keterbatasan anggaran, namun kita terus berupaya dengan menggunakan dana BTT atau Anggaran Perubahan tahun 2026,” ungkap Kadis Muhammad Idrus.
Dari informasi yang dihimpun, rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sarolangun, diusulkan Tipe A seluas 8 hektare di Kelurahan Aur Gading, samping Lapas Sarolangun. Usulan Tipe A mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA berbasis boarding school.












