JURNALJAMBI .CO — Insiden yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu dinilai harus segera ditangani secara cepat, transparan, dan menyeluruh demi memastikan keselamatan para siswa.
Dalam keterangannya, Ivan Wirata menegaskan bahwa kondisi kesehatan para siswa harus menjadi prioritas utama. Ia meminta pihak sekolah, Dinas Kesehatan, hingga instansi terkait terus memantau perkembangan kesehatan siswa yang menjalani perawatan hingga benar-benar pulih. Ia juga menekankan agar tidak ada hambatan administrasi maupun biaya yang membebani orang tua siswa selama proses pengobatan berlangsung.
Tak hanya itu, DPRD Provinsi Jambi juga mendesak agar dilakukan investigasi mendalam melalui uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan, mulai dari kemungkinan kontaminasi bahan baku, proses pengolahan makanan, hingga distribusi makanan kepada siswa. Hasil investigasi diminta diumumkan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Ivan Wirata juga menyoroti pentingnya evaluasi ketat terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, program peningkatan gizi bagi pelajar merupakan langkah baik, namun aspek keamanan pangan tidak boleh diabaikan. Ia meminta vendor maupun pihak penyelenggara dievaluasi secara menyeluruh, terutama terkait standar sanitasi dan higienitas makanan.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, Rusli Kamal Siregar, menyebut pihaknya akan segera menggelar rapat dengar pendapat bersama pihak terkait guna mengusut penyebab kejadian tersebut serta mencari solusi agar kasus serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
Sebelumnya, delapan siswa SMKN 1 Kota Jambi dilaporkan mengalami mual dan muntah hingga harus menjalani perawatan medis di RSUD Raden Mattaher Jambi. Dugaan sementara mengarah pada makanan yang dikonsumsi sebelum m












