JURNALJAMBI.CO – Pertanian Provinsi Jambi mencatatkan rekor positif pada tahun 2025. Hal itu disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) saat berita rilis statistik (BRS) pada Kamis (5/2).
Luas panen padi kini mencapai 80,37 ribu hektare. Menurut data, angka ini melonjak 30,42 persen dibanding tahun 2024. Peningkatan luas lahan mencapai 18,75 ribu hektare.
Kepala BPS Jambi, Aidil Adha, menjamin keakuratan data hasil survei tersebut. Pihaknya menggunakan metode Kerangka Sampel Area (KSA) yang sangat ketat.
”Kita survei lahan sawah dan kita turun menggunakan metode kerangka sampel area (KSA) ini tidak bisa ditipu, maka dari hasil itu kita mendapatkan pengalihan luas panen, produksi dari ubinan 2,5×2,5 meter,” kata Aidil Adha.
Produksi Gabah Kering Giling (GKG) juga ikut meningkat pesat. Total produksi sepanjang tahun 2025 mencapai 367,79 ribu ton. Nilai tersebut naik 86,77 ribu ton dari tahun sebelumnya.
Data menunjukkan puncak panen bergeser ke bulan September. Sebelumnya, masa puncak panen terjadi pada bulan Oktober 2024. Pergeseran ini berdampak positif pada produktivitas lahan petani.
”Kita lihat puncak panen bergeser dari Oktober kemarin menjadi September, dampaknya bisa menaikkan luas panen dan produksi padi tadi,” sebutnya.
BPS memprediksi tren positif ini berlanjut hingga tahun 2026. Potensi panen awal tahun depan diperkirakan naik 11,21 persen. Jambi optimis menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.













