Menlu Sugiono Jelaskan Alasan Presiden Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace untuk Gaza

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, dalam keterangan pers di Bad Ragaz, Swiss, Jumat (23/1/2026). (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

JURNALJAMBI.CO – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri, Sugiono, menjelaskan alasan bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace, badan internasional yang fokus pada stabilisasi dan rehabilitasi di Gaza, Palestina. Langkah ini dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menunjukkan komitmen aktif Indonesia dalam mendukung perdamaian dan kemerdekaan Palestina.

“Board of Peace bertugas memonitor administrasi stabilisasi serta upaya rehabilitasi di Gaza,” kata Sugiono dalam keterangan pers di Bad Ragaz, Swiss, Jumat (23/1/2026), dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (24/1/2026).

Alasan Indonesia Bergabung

Sugiono menuturkan Indonesia sejak awal konsisten menyuarakan pentingnya perdamaian di Palestina. Ketika piagam pembentukan Dewan Perdamaian ditandatangani secara cepat, Presiden Prabowo memutuskan Indonesia harus hadir dalam badan tersebut.

Alasan utama keikutsertaan Indonesia adalah agar negara dapat mengawal arah kebijakan Dewan Perdamaian tetap sejalan dengan tujuan besar, yakni kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara. Kehadiran Indonesia juga penting untuk memberi masukan, saran, dan pengaruh politik agar langkah-langkah yang diambil bersifat nyata dan berkelanjutan.

“Partisipasi ini adalah langkah konkret agar upaya perdamaian benar-benar mengarah pada kemerdekaan Palestina,” ujar Sugiono.

Tidak Menggantikan PBB

Sugiono menegaskan bahwa Dewan Perdamaian bukanlah pengganti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Badan ini lahir dari kepedulian internasional untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas khususnya di Gaza. Indonesia memutuskan bergabung agar dapat berkontribusi aktif dalam memastikan proses berjalan sesuai prinsip keadilan dan stabilitas internasional.

Menurut Sugiono, mekanisme yang ditawarkan Dewan Perdamaian memberi harapan realistis bagi perdamaian, dibanding sekadar pernyataan atau kecaman diplomatik. Indonesia berkomitmen memanfaatkan keanggotaannya untuk memastikan langkah-langkah yang diambil benar-benar nyata dan berdampak positif bagi Palestina.