Indonesia dan 7 Negara Arab-Muslim Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump

Indonesia dan 7 Negara Arab-Muslim Gabung Dewan Perdamaian Gaza

JURNALJAMBI.CO – Indonesia resmi bergabung bersama tujuh negara Arab dan mayoritas Muslim lainnya dalam sebuah langkah diplomasi mengejutkan yang diprakarsai oleh Presiden Amerika Serikat, Donald J. Trump. Dalam pernyataan bersama yang dirilis Kamis (22/1), para menteri luar negeri menyatakan keputusan kolektif untuk ikut menjadi anggota Dewan Perdamaian Gaza—inisiatif yang digagas untuk mempercepat proses perdamaian dan rekonstruksi di Jalur Gaza, Palestina.

Dewan Perdamaian ini awalnya dirancang sebagai badan internasional yang mengawasi transisi pemerintahan di Gaza pasca konflik, termasuk mengkonsolidasikan gencatan senjata permanen dan mendukung rekonstruksi wilayah yang hancur akibat perang berkepanjangan. Indonesia akan menandatangani dokumen keikutsertaan sesuai prosedur hukum yang berlaku di dalam negeri.

Tujuh negara lain yang menyepakati bergabung bersama Indonesia adalah Turkiye, Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Mereka secara tegas menyatakan dukungan terhadap upaya perdamaian yang dipimpin oleh Trump dan berkomitmen mendukung misi Dewan sebagai “pemerintahan transisi”, sebagaimana dirancang dalam Rencana Komprehensif untuk mengakhiri konflik Gaza.

Langkah ini muncul di tengah kritik dan kekhawatiran dari beberapa sekutu AS di Eropa dan komunitas internasional, yang mempertanyakan peran serta legitimasi badan baru tersebut serta kemampuannya bersinergi dengan United Nations (PBB). Meski demikian, para pemimpin negara peserta menekankan bahwa tujuan utamanya adalah membawa stabilitas, keamanan, dan perdamaian yang adil bagi rakyat Palestina berdasarkan hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui pernyataan resminya mencatat bahwa keputusan ini merupakan wujud komitmen Indonesia dalam diplomasi perdamaian global, sekaligus dukungan terhadap penyelesaian konflik di Timur Tengah yang telah berlangsung bertahun-tahun.