JURNALJAMBI.CO – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto mengirimkan helikopter pribadi miliknya untuk membantu Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem dalam penanganan bencana banjir dan longsor di wilayah Aceh.
Teddy menyampaikan, helikopter tersebut sudah digunakan sejak minggu pertama bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatra, khususnya Aceh. Fasilitas udara itu digunakan untuk mempercepat mobilisasi dan peninjauan daerah terdampak yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Sejak minggu pertama bencana, Bapak Presiden langsung mengirimkan helikopter pribadi beliau ke Aceh untuk digunakan oleh Gubernur Aceh beserta timnya,” ujar Teddy dalam konferensi pers perkembangan penanganan bencana Sumatra di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025).
Menurut Teddy, Presiden Prabowo mempersilakan Gubernur Aceh beserta jajaran dan keluarganya menggunakan helikopter tersebut untuk berkeliling wilayah Aceh guna memastikan penanganan darurat berjalan efektif.
“Silakan digunakan ke mana pun untuk berkeliling Aceh. Itu sejak minggu pertama sudah dikirim,” kata Teddy.
Teddy menjelaskan, penggunaan helikopter menjadi sangat penting mengingat pada awal bencana banyak wilayah terdampak yang terisolasi akibat banjir dan longsor. Sejumlah akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan darat, sehingga pemantauan dari udara dinilai paling efektif.
Langkah tersebut, kata dia, merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo dalam memastikan penanganan bencana dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, terutama di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menyampaikan bahwa bencana banjir dan longsor di Sumatra berdampak pada sekitar 3.700 sekolah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Dari jumlah tersebut, sekitar 3.100 sekolah mengalami kerusakan berat, sementara 587 sekolah masih dalam proses pembersihan. Pemerintah menargetkan pembersihan rampung pada 4 Januari 2026, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dimulai kembali pada keesokan harinya.
“Target kita pada 4 Januari sudah selesai pembersihan, sehingga tanggal 5 Januari proses belajar mengajar bisa dimulai,” ujar Pratikno.
Meski demikian, Pratikno mengakui masih terdapat 54 sekolah yang terpaksa menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di tenda darurat karena proses perbaikan belum selesai.
Pemerintah menegaskan penanganan bencana Sumatra dilakukan secara terpadu, mulai dari fase tanggap darurat hingga pemulihan. Selain sektor pendidikan, perhatian juga diarahkan pada pemulihan permukiman, infrastruktur, dan fasilitas publik di wilayah terdampak.
Presiden Prabowo, melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah, memastikan seluruh sumber daya nasional dikerahkan untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi dampak bencana terhadap masyarakat.












